DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 12:32 WIB

Kisah Warga Ciamis Selamatkan Diri saat Tsunami Terjang Palu

Dadang Hermansyah - detikNews
Kisah Warga Ciamis Selamatkan Diri saat Tsunami Terjang Palu Bupati Ciamis Iing Syam Arifin memberikan bantuan kepada warga Ciamis yang selamat saat kejadian gempa-tsunami di Palu, Sulteng. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Empat kepala keluarga asal Kabupaten Ciamis yang selamat dalam bencana gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, kini sudah kembali ke kampung halaman. Mereka disambut Bupati Ciamis Iing Syam Arifin di Pendopo Ciamis, Jawa Barat, Kamis (18/10/2018).

Pascakejadian bencana, mereka sempat menginap beberapa hari di pengungsian. Lalu mereka pulang ke Ciamis setelah mendapat tumpangan pesawat Hercules ke Jakarta.

Identitas empat kepala keluarga asal Ciamis yang merantau ke Palu itu terdiri Harun Saepudin (pedagang), Arif Saeful Bahri (pedagang) bersama isteri dan anaknya, Asep Saefulloh (PNS di Palu) bersama isteri dan kedua anaknya, serta Sutoyo bersama tujuh anggota keluarganya.

Iing mewakili Pemkab Ciamis memberikan bantuan kepada warganya tersebut. "Mereka saat pulang, melapor secara resmi ke pemerintah. Kami memberikan suport kepada mereka. Bagi yang sudah siap mental dan segalanya kembali ke Palu akan difasilitasi," ucap Iing.

Asep Saeful (40) bercerita pengalaman horor saat berpacu menghindari tsunami di tempat kerjanya sebagai bagian teknis pelabuhan tempat bongkar muat. Jarak tempat kerja ke laut tidak lebih dari 69 meter.

Cerita Warga Ciamis Selamatkan Diri saat Tsunami Terjang PaluBupati Ciamis Iing Syam Arifin memberikan bantuan kepada warga Ciamis yang selamat saat kejadian gempa-tsunami di Palu, Sulteng. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Awalnya ia merasakan gempa kecil. Setelah itu, menjelang magrib saat mengendarai sepeda motor, ia merasakan kembali gempa besar hingga tersungkur. "Saat mau ke mesjid naik motor, baru mau keluar gerbang, ada gempa besar sampai saya terjatuh. Saya tidak bisa berdiri karena jalan ikut bergoyang," kata Asep yang sudah 12 tahun bekerja di Palu.

Dia bergegas melihat keluarganya di mes yang dekat dari tempat kerja. Tidak lama, Asep melihat air mulai naik menerjang sebuah gudang. Bahkan beberapa kontainer terbawa air laut yang naik.

"Saya langsung membawa dua anak dan istri saya menggunakan sepeda motor. Jarak air ke mes sudah dekat, sekitar 30 meter saja. Beruntung saya dan keluarga bisa selamat ke tempat aman," ujarnya.

Kini Asep tinggal sementara tinggal di Ciamis. Dia harus kembali ke Palu karena terikat pekerjaan. Sedangkan dua anak dan isterinya tetap berada di Ciamis.

"Sempat menginap di pengungsian dulu beberapa hari, lalu ikut tumpangan pesawat Hercules ke Makassar kemudian ke Jakarta. Saya pulang dulu ke Ciamis untuk menenangkan diri. Selain itu memang ada anjuran juga dari pemerintah supaya kembali ke kampung halaman dulu," tutur Asep.

Menurut dia, masih banyak warga asal Ciamis yang berada di Palu. Mereka umumnya warga yang transmigrasi. Hingga kini, sambung Asep, mereka bertahan di Palu dan Donggala.



Saksikan juga video 'Haru Bocah Korban Tsunami Palu Akhirnya Bertemu Orang Tua':

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed