DetikNews
Rabu 17 Oktober 2018, 09:53 WIB

Beredar Info Perempuan Hendak Culik Anak di Bandung, Ini Faktanya

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Beredar Info Perempuan Hendak Culik Anak di Bandung, Ini Faktanya Foto yang viral diduga penculik di Cisaranten, Arcamanik/Foto: Istimewa
Bandung - Warga Bandung dihebohkan dengan informasi adanya upaya penculikan yang dilakukan seorang perempuan terhadap anak-anak di daerah Cisaranten, Arcamanik. Kabarnya perempuan itu mengiming-imingi anak-anak bermain game. Benarkah?

Informasi penculikan tersebut beredar melalui sebuah pesan di aplikasi perpesanan WhatsApp sejak kemarin, Selasa (16/10). Pesan tersebut berisi imbauan agar ibu-ibu di Bandung lebih waspada terhadap anak-anak.

Dalam pesan itu juga disisipkan sebuah foto dari kejauhan seorang perempuan dewasa berpakaian polo shirt berwarna abu-abu sedang duduk di sebuah bangunan yang bertuliskan 'Pos Kamling RW 03'. Pesan itu juga menyebutkan lokasinya berada di dekat TPA Miftahul Ulum, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung.

"Ibu ibu... Hati hati ya...tadi penculik jam 1 ,ada di daerah tpa miftahul ulum, penculik mendekati anak dgn memberikan hp, dgn alibi main game, udah gt anaknya di ajak mau d kasih permen, tp untungnya ada yg memperhatikan, jadi si anak selamat. Di kira warga wanita itu sales, mobilnya d parkir di dpn pos dan giro, sindikat penculik itu berhasil melarikan diri," tulis pesan tersebut.

Selain itu, pesan tersebut juga menyampaikan soal kerawanan di kawasan Cisaranten. Penulis menyebut ada dua orang pengintai anak-anak yang sudah ditangkap.

"Sekarang lg rawan daerah Cisaranten...barusan aja dah ketangkep 2 org yg lg ngintai anak2 pengajian d Al falah dekat walungan...skrg pelaku dah damankan dpolsek Cisaranten (Arcamanik)," tulisnya.

Detikcom mencoba menelusuri kebenaran informasi tersebut ke Kapolsek Arcamanik Kompol Anang Suhanji pada Rabu (17/10/2018). Terkait soal informasi adanya dua orang yang ditangkap, Anang menegaskan hal itu tak benar. Polisi tidak melakukan penangkapan terhadap siapapun dan tidak menerima adanya laporan penculikan.

"Enggak benar. Enggak ada yang ditangkap dan enggak ada laporan (penculikan)," kata Anang saat dikonfirmasi via pesan singkat.

Anang juga mengaku sudah mengecek langsung ke lokasi yang disebut-sebut terjadi upaya penculikan. "Tadi saya bersama anggota piket Serse mencari informasi yang beredar di masyarakat RW 3 RT 2 Kelurahan Cisaranten Kulon sehubungan dengan informasi penculikan anak," jelas Anang.
Beredar Info Perempuan Hendak Culik Anak di Bandung, Ini Faktanya

Penelusuran yang dilakukan pagi tadi pukul 08.00 WIB, Anang bertemu dengan perempuan yang ada di dalam foto yang tersebar diduga hendak menculik anak. Polisi mempertanyakan soal informasi yang beredar kepada perempuan tersebut.

"Setalah dilakukan pengecekan, ternyata yang bersangkutan adalah petugas survei PT Simigo mengenai prodak makanan dan minuman yan biasa dikonsumsi masyarakat dengan objek anak-anak. Petugas survei namanya Yanis Rimadisay," katanya.

Ini wanita yang dituduh sebagai penculik. Dia hanya petugas survei PT Simigo bernama Yanis Rimadisay.Ini wanita yang dituduh sebagai penculik. Dia hanya petugas survei PT Simigo bernama Yanis Rimadisay. Foto: Istimewa


Oleh karena itu, polisi menarik kesimpulan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar alias hoax. "Kesimpulannya bahwa isu tersebut hoax," ucap Anang.



Menurut Anang, munculnya kecurigaan di masyarakat lantaran tim survei tersebut tak meminta izin terlebih dahulu kepada warga atau RT/RW setempat. Tim tersebut langsung melakukan survei ke masyarakat.

"Nah itu permasalahannya, dia langsung. Sudah saya arahkan kalau bertamu itu minimal ketuk pintu, salam dulu. Di masyarakat kan ada RT ke sekolah ada guru, sowan dulu, minta izin dulu. Jadi itu yang menimbulkan kecurigaan," ucapnya.

Anang mengimbau kepada warganya untuk tetap tenang. Sebab informasi itu sudah ditelusuri polisi dengan hasil tidak benar.

"Imbauan kami untuk warga Arcamanik bahwa itu berita hoax dan tetap harus tenang. Tapi tetap waspada dan tetap jaga anak-anaknya," kata dia.


Saksikan juga video 'Ma'ruf Amin: Tabayyun untuk Mencegah Hoax':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed