DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 14:42 WIB

Pembebasan Kereta Cepat, Oded: Saya Tidak Mau Ada Terzalimi

Tri Ispranoto - detikNews
Pembebasan Kereta Cepat, Oded: Saya Tidak Mau Ada Terzalimi Wali Kota Bandung Oded M Danial (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial memimpin rapat rencana pembebasan lahan yang akan digunakan dalam proyek kereta cepat Bandung-Jakarta. Ia berharap proses pembebasan lahan bisa berjalan lancar dan adil.

Ditemui usai rapat, Oded mengatakan saat ini pihaknya bersama BPN dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) masih menyamakan data terkait luas lahan yang terkena dampak. "Intinya, saya meminta yang penting dalam penggantian ini harus bersifat adil dan proporsional. Saya tidak mau ada yang terzalimi. Itu saja yang saya minta," ujar Oded di Pendopo Kota Bandung, Selasa (16/10/2018).

Oded mengatakan proyek KCIC di Kota Bandung akan berimbas pada pembebasan lahan di 14 kelurahan masuk Kota Bandung mulai Bandung Kulon hingga Gedebage. Sebagai pemerintah daerah, Oded siap membantu Program Strategis Nasional (PSN) tersebut.

"Ini memang sesungguhnya kalau lihat dari schedulingnya sudah molor. Oleh karena itu harapan kita program PSN ini terus berjalan. Mudah mudahan progresnya terus berkembang," kata Oded.

Pihaknya memastikan Pemkot Bandung sudah sosialisasi pada warga yang nantinya terkena dampak. Sejauh ini proses sosialisasi masih berjalan dan belum ada keluhan yang masuk ke pemerintah.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Dadang Dharmawan mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi dan menyesuaikan data mengenai warga yang terdampak.

"Kita masih menyesuaikan karena ada fasos fasum yang memang sudah milik pemerintah yang terdampak, tapi di data mereka belum masuk. Ini masih pada tahapan kita menyamakan lagi data, sebetulnya berapa bidang yang terkena, luasnya berapa. Itu sedang dibahas," kata Dadang.

Soal fasos fasum, menurut Dadang, ada beberapa yang masih menjadi bahasan. Areanya antara lain Terminal Cibaduyut, Puskesmas Kujangsari dan sejumlah sekolah yang khususnya berdekatan dengan jalan tol.

Nantinya, Dadang menjelaskan, pihaknya mencari solusi bagi sejumlah fasilitas umum yang terkena imbas. "Apakah nanti akan direlokasi apakah dicari pengganti. Karena itu kan mencari tempatnya tidak mudah harus masih berdekatan," ujarnya.

Dia berharap dalam penyelesaian tersebut warga terdampak tidak menerima ganti rugi tapi ganti untung. "Kemudian Pak Wali (Oded) menitipkan jangan sampai ada warga Bandung yang merasa dizalimi karena penggantiannya dinilai tidak adil," tutur Dadang.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed