Sidang Kasus Suap Abu Bakar, Bupati KBB Saat Ini Diduga Terima Duit

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 15 Okt 2018 15:54 WIB
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Sidang kasus suap yang melibatkan mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar kembali digelar. Dalam sidang terungkap ada aliran dana ke Bupati Bandung Barat saat ini Aa Umbara.

Dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Senin (15/10/2018). Aliran dana ke Aa Umbara yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Bandung Barat terungkap saat hakim yang dipimpin Fuad Muhamadi memeriksa saksi PNS Bandung Barat bernama Caca. Meski sempat berbelit, Caca akhirnya mengakui ada uang yang diserahkan ke Aa Umbara.

Pernyataan itu berawal saat jaksa menampilkan gambar di monitor yang merupakan catatan tulisan tangan yang disebut ditulis oleh Caca. Tulisan tangan bendahara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tersebut, tercatat aliran uang dari para kepala dinas untuk pemenangan Elin Marliah istri Abubakar saat Pilkada serentak beberapa waktu lalu. Caca diminta menjelaskan soal catatan itu, dia menjelaskan secara lancar.

Namun dalam catatan, terlihat ada aliran uang ke ketua dengan besaran Rp 100 juta yang diserahkan kepada seseorang bernama Aep. Jaksa KPK Budi Nugraha menyebut Aep merupakan sopir Ketua DPRD Bandung Barat Aa Umbara sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) Caca.

Caca tampak bingung dengan pertanyaan soal uang ke 'ketua' itu. Bahkan dia mengaku lupa. "Saya lupa," kata Caca pelan.

Jaksa lantas bertanya lagi kepada Caca. Jaksa meminta Caca untuk jujur dalam memberikan keterangan.

"Ini catatan saudara, dalam berita acara pemeriksaan, saudara mengatakan Aep ini sopir Ketua DPRD Bandung Barat. Coba jujur, ada ancaman kalau memberikan keterangan palsu. Kenapa anda jadi kebingungan saat di bagian ini (catatan ketua Rp 100 juta)," kata Budi dengan nada tinggi.

Caca akhirnya buka suara. Dia berdalih diperintahkan oleh Weti Lembanawati Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat yang juga jadi terdakwa dalam kasus suap tersebut. Caca menyebut diminta Weti untuk menyerahkan kepada Aep di Pasteur Bandung.

"Saya diminta menyerahkan berulang kali oleh Ibu Weti ke Aep. Memang tidak diserahkan ke ketua," katanya.

Jaksa lalu membacakan soal keterangan Caca dalam sidang kasus yang sama dengan terdakwa Asep Hikayat kepala BKPSDM Bandung Barat. Dalam kesaksiannya saat itu, sambung jaksa, Caca yang menghubungi Aa Umbara diminta untuk menyerahkan uang ke sopirnya bernama Aep.

Caca mengakui keterangan yang dibacakan oleh jaksa. Namun, dia kembali berdalih uang itu berbentuk uang pinjaman.

"Ibu Weti nanya ada uang atau enggak, saya bilang ada, lalu bu Weti bilang pak Ketua (Aa Umbara) mau pinjam uang. Saya serahkan beberapa kali," katanya sambil mengaku tak tahu besaran nilai yang diberikan.

Keterangan Caca justru membuat jaksa heran dan mempertanyakan sejak kapan Weti memiliki usaha peminjaman uang.

Selain jaksa, hakim juga merasa janggal dengan keterangan Caca. "Kenapa uang diserahkan ke ketua DPRD sedikit-sedikit," kata hakim.

"Perintahnya seperti itu," timpal Caca.

"Makanya lucu ini, anda sehari tiga kali menyerahkan uang ke Ketua DPRD, kenapa tidak langsung 100 juta (rupiah). Terus kenapa juga ini Ketua DPRD minjem segala," katanya.

Hakim menyebut akan mengkonfrontir keterangan Caca dengan Aa Umbara. Bupati Bandung Barat itu memang akan dimintai keterangan usai kesaksian dari Caca dan 3 PNS Bandung Barat lainnya pada sidang hari ini. Aa terlihat sudah berada di PN Bandung.


Saksikan juga video 'Bupati Bandung Barat Pakai Duit Suap untuk Pilkada Istri':

[Gambas:Video 20detik]

(dir/ern)