DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 10:46 WIB

10 Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, LIPI: Tidak Sesuai Teori

Tri Ispranoto - detikNews
10 Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, LIPI: Tidak Sesuai Teori Foto: tangkapan layar sitaruna.cityplan.id
Bandung - Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI Adrin Tohari memastikan Cekungan Bandung tidak berpotensi mengalami tanah mencair atau likuifaksi seperti yang terjadi di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah. Ini meluruskan prediksi dari Bappelitbang Kota Bandung yang menyebut 10 kecamatan rawan likuifaksi.

Adrin memastikan hal tersebut setelah melakukan penelitian pada tahun 2015-2017 lalu. Penelitian dilakukan dengan pengeboran di Cekungan Bandung seperti Kota Bandung wilayah selatan dan timur juga sebagian wilayah Kabupaten Bandung.

"Saya sudah melakukan penyelidikan sampai kedalaman 90 meter, hasilnya tanah didominasi lempung. Potensi likuifaksi itu bisa terlihat di kedalaman 15 meter," ujar Adrin kepada detikcom via telepon, Jumat (12/10/2018).

Secara teori, kata Adrin, likuifaksi terjadi karena tanah didominasi oleh butiran pasir halus. Sementara tanah lempung tidak memiliki potensi terjadinya likuifaksi. "Jadi karena kondisi tanah lempung, tidak ada potensi. Apalagi kalau dihubungkan dengan tanah bergerak di Palu. Menurut saya tidak sesuai dengan teori," ucapnya.

Menurut Adrin, tanah lempung yang berada di Cekungan Bandung disebabkan oleh proses endapan danau purba. Sehingga tidak mungkin sifat tanah akan berubah menjadi pasir yang berpotensi terjadi likuifaksi.



Meski begitu Adrin menilai masih ada potensi kerawanan lain yang menjadi konsekuensi tanah lempung. Menurutnya semua yang berada di atas tanah lempung akan merasakan getaran atau guncangan seperti gempa lebih kuat.

"Karena sifatnya tanah lunak maka getaran akan semakin kuat. Seperti adonan kue kalau diguncangkan pasti terlihat sekali guncangannya, berbeda dengan kue yang sudah matang mengeras," katanya.



Sebelumnya, Kasubid 1 Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung Andry Heru Santoso mengatakan 10 kecamatan di Kota Bandung berpotensi besar terjadi likuefaksi jiga gempa terjadi.

"Itu terjadi karena tanah tidak bisa membendung kekuatan tadi (gempa bumi). Likuefaksi seperti di Petobo, Palu bisa terjadi. Sebagian besar 10 kecamatan itu berada di Bandung selatan dan timur," ujar Andry kepada wartawan di Bandung Menjawab, Kamis (10/10/2018).

Sepuluh kecamatan tersebut adalah Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Astanaanyar, Regol, Lengkong, Bandung Kidul, Kiaracondong dan Antapani.

Menurut Andry hal tersebut merupakan hasil penelitian antara Pemkot Bandung, ITB dan United Nation yang dilakukan pada tahun 1990-2000. Sehingga perlu dilakukan penelitian ulang untuk memperbaharui penelitian tersebut.

"Kita perlu update lagi untuk mengetahui apakah tetap 10 (kecamatan) atau ada penambahan dan pengurangan," katanya.

Andry mengatakan penelitian tersebut tidak bermaksud untuk menakuti warga. Namun penelitian tersebut adalah bagian dari antisipasi karena musibah tidak bisa diramalkan kapan akan terjadi.


Simak Juga 'Kengerian Warga Lihat Perumnas Balaroa 'Hilang' Akibat Likuifaksi':

[Gambas:Video 20detik]



(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed