DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 21:50 WIB

Flyover Hibah Korsel akan Dibangun di Simpang Garuda Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Flyover Hibah Korsel akan Dibangun di Simpang Garuda Bandung Wali Kota Bandung Oded M Danial (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Bandung - Pemkot Bandung mendapat tawaran hibah pembangunan flyover sebagai salah satu solusi kemacetan di dalam kota. Rencananya flyover tersebut dibangun di simpang Jalan Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Penawaran hibah tersebut terjadi setelah pertemuan antara Wali Kota Bandung Oded M Danial bersama perwakilan Pemkot Suwon, Korea Selatan (Korsel), di Pendopo Kota Bandung, Kamis (11/10/2018).

"Saya kedatangan pengusaha dari Korea Selatan, PT Total Solution Intelligent, yang bergerak di bidang pembangunan jembatan. Mereka menawarkan hibah membuat satu atau dua titik jembatan layang," ujar Oded seperti dikutip dalam rilis yang diterima detikcom.

Oded mengatakan tawaran tersebut cukup menjanjikan karena teknologi yang digunakan untuk membangun sangat sederhana dan cepat. Teknologi corrugated steel atau besi bergelombang tersebut sebelumnya digunakan untuk pembangunan jembatan layang Pelangi di simpang Jalan Jakarta.

"Tadi diarahkan (flyover) ke Jalan Garuda karena di sana crowded. Tapi baru kehendak saya, harus koordinasi dulu karena itu jalan nasional, juga dengan provinsi," katanya.

Pemerintah, kata Oded, segera membuat Detail Engineering Design (DED) untuk melihat manfaat dan hambatan yang akan dihadapi. Karena rencana lokasi jembatan layang tersebut berada dekat Bandara Husein Sastrangera sehingga harus disesuaikan dengan ketinggian bangunan dan gedung.

"Secepatnya DED harus dikejar. Saya sudah tugaskan komandan di lapangan yaitu pak Arif (Kadis Pekerjaan Umum)," ucap Oded.

Di tempat yang sama, Kadis Pekerjaan Umum Kota Bandung Arif Prasetya berjanji segera membuat DED. Sebab pihak Korea mengharapkan agar ada percepatan seperti yang terjadi di negara mereka yakni hari ini diwacanakan, bulan depan langsung bekerja.

"Saya bilang tidak bisa seperti itu kalau di kita. Karena ini menyangkut stakeholder yang berbeda. Diperkirakan akan ada beberapa lokasi yang harus dibebaskan dan menyangkut instansi lain seperti Lanud Husein Sastranegara dan PT KAI," ujar Arif.

Kawasan simpang Jalan Garuda kerap terjadi kemacetan akibat penyempitan jalan. Selain itu, terdapat pintu perlintasan kereta api yang membelah Jalan Garuda dan Jalan Abulrahman Saleh. Tak jauh dari simpang tersebut terdapat Stasiun Andir dan Bandara Husein Sastranegara.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed