"Kita sudah kehilangan ketauladanan. Di sekolah tentu hanya diajarkan ilmu dan hal-hal kebaikan. Tetapi ketika siswa hidup di masyarakat, mereka banyak disuguhi tontonan yang bukan tuntunan," ujar Sekjen Garut Education Watch, Sony MS kepada wartawan di kantor Disdik Garut, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Selasa (09/10/2018).
Dikatakan Sony, selain hilangnya tauladan, efek negatif media sosial juga dianggap terlalu kuat menancap di kalangan pelajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait fenomena grup gay yang anggotanya diduga merupakan kalangan pelajar di Garut, Sony berharap agar penegak hukum bisa menindak para pembuat grup itu.
Sony juga berharap agar fenomena ini dijadikan sebagai momentum semua pihak untuk mawas diri.
"Bagaimana masing-masing bersikap sesuai kapasitasnya. Masalah moral bangsa ini bukan sekedar tanggungjawab para pendidik di sekolah saja, melainkan juga tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat," kata Sony.
"Ke depan, semuanya harus berbagi tugas. Orang tua di rumah, pendidik di sekolah dan lainnya. Agar semua bisa saling menopang melakukan langkah antisipasi agar ke depan kejadian serupa bisa ditangani sejak dini," pungkasnya.
Saksikan juga video 'Heboh Grup Gay Pelajar di Garut':
(ern/ern)










































