DetikNews
Rabu 03 Oktober 2018, 18:27 WIB

Mahasiswa dari Palu Bisa Kuliah Sementara di 38 PTN

Tri Ispranoto - detikNews
Mahasiswa dari Palu Bisa Kuliah Sementara di 38 PTN Rektor ITB Kadarsah (Foto: Bahtiar Rifai/detikcom)
Bandung - Para mahasiswa asal Palu yang menjadi korban musibah gempa dan tsunami bisa mengikuti kuliah sementara di 38 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsah Suryadi mengatakan para mahasiswa yang salah satunya berasal dari Universitas Tadulako (Untad) kini bisa mengikuti perkuliahan hingga situasi membaik.

"Untuk membantu kelangsungan proses belajar para mahasiswa Untad, MRPTNI menginisiasi program kuliah sementara atau 'sit in' yang sekarang sedang mengungsi di luar Palu. Mahasiswa Untad dipersilakan mengikuti program sit in pada prodi yang berkesesuaian," ujar Kadarsah melalui rilis yang diterima detikcom, Rabu (3/10/2018).

Mahasiswa Untad yang saat ini meninggalkan Palu dan berada di kota atau daerah dekat salah satu PTN bisa segera menghubungi Dekan Fakultas yang memiliki program studi berkesesuaian atau pihak Rektorat dengan menunjukkan kartu pengenal yang sah. Selanjutnya data mahasiswa sit in akan dicatat dan dilaporkan ke Dekan terkait di Untad untuk mendapat konfirmasi dan persetujuan.

Untuk mata kuliah pada akhir semester tetap dikeluarkan oleh pihak Untad. PTN yang menerima program sit in hanya sebagai tempat kuliah saja. PTN penyelenggara program sit in akan memberikan akses pada mahasiswa Untad untuk dapat mengikuti proses pembelajaran dengan ketentuan yang akan diatur oleh masing-masing PTN.

"Segenap jajaran MRPTNI berharap, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa Untad agar kegiatan akademik pada semester awal Tahun Akademik 2018/2019 tetap berjalan sebagaimana mestinya," katanya.

Berikut 38 PTN yang bisa menerimah mahasiswa sit in dari Untad:

Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung - Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung - Universitas Diponegoro (Undip), Semarang - Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar - UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta - Universitas Airlangga (Unair), Surabaya - Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung - Universitas Andalas (Unand), Padang - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya - Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo - Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya - Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak - Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor - Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari - Universitas Brawijaya (UB), Malang - Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado - Universitas Raden Tirtayasa (Untirta), Banten - Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin - Universitas Mulawarman (Unlam), Samarinda - Universitas Khairun (Unkhair), Ternate - Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene - Universitas Sumatera Utara (USU), Medan - Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja - Universitas Negeri Manado (Unima), Minahasa-Manado - Universitas Negeri Makassar (UNM), Makassar - Universitas Negeri Medan (Unimed), Nedan - Universitas Indonesia (UI khusus FK co as), Jakarta - Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang - Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Madura - Universitas Negeri Malang (UM), Malang - Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh - Universitas Lampung (Unila), Malang - Universitas Negeri Padang (UNP), Padang - Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta - Universitas Gorontalo, Gorontalo.

"Jumlah PTN ini masih bisa bertambah sesuai dengan kesediaan PTN masing-masing," ujar Kadarsah.
(tro/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed