Tenteng Tas Mewah Palsu, Suami-Istri Gasak Barang di Minimarket

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Kamis, 27 Sep 2018 12:53 WIB
Suami-istri spesialis pencurian di minimarket. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom).
Karawang - Polisi meringkus suami-istri, DY (34) dan WA (39), pencuri spesialis minimarket di Karawang. Menera nekat mengutil berbagai barang untuk mengisi warung mereka.

"Mereka mencuri untuk mengisi warung yang mereka kelola. Mereka mengaku sudah 26 kali beraksi," kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat jumpa pers di Mapolsek Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (27/9/2018).

Pasangan DY dan WA ditangkap saat beraksi di salah satu minimarket, kawasan Krajan, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari Karawang, Jumat malam (14/9).

Slamet bercerita, keduanya mengutil barang dengan modus belanja. Malam itu, keduanya berbagi tugas. Sang isteri WA menggasak barang di toko moderen, sedangkan suaminya DY menunggu di parkiran. WA masuk ke minimarket dengan menenteng tas mewah bermerek terkenal.

"Mereka menenteng tas mewah supaya dikira orang kaya. Padahal tas mereka palsu," kata Slamet.

Tenteng Tas Mewah Palsu, Suami-Istri Gasak Barang di MinimarketPolisi memperlihatkan barang bukti. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Di dalam swalayan itu, WA bertingkah seperti orang kaya. Ia memasukkan banyak barang ke keranjang belanjaan seolah-olah memborong. "Ia membayar belanjaan di keranjang. Tapi ia juga memasukkan barang ke dalam tas mewah imitasi dan tidak membayarnya," ujar Slamet.

Aksi WA dicurigai oleh kasir minimarket tersebut. Perempuan itu kemudian digeledah. Melihat isterinya tertangkap basah, DY kemudian berusaha kabur. Ia memarkirkan mobilnya di SPBU Klari, tepat di samping Mapolsek Klari.

Petugas yang mendapat laporan pencurian tak butuh waktu lama menangkap DY. "Kami tinggal berjalan kaki karena pelaku kabur ke dekat kantor kami," ucap Kapolsek Klari Kompol Relisman Nasution.

Bukan hanya di Karawang, warga asal Kuningan itu pernah beraksi di Subang, Cirebon hingga Indramayu. Suami-istri maling itu diganjar Pasal 363 KUHP yang ancaman hukumannya lima tahun penjara.
(bbn/bbn)