DetikNews
Rabu 26 September 2018, 14:30 WIB

Kecam Pengeroyokan Haringga, Ini Kata Mantan Pemain Persib Era 80

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kecam Pengeroyokan Haringga, Ini Kata Mantan Pemain Persib Era 80 Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Sejumlah mantan pemain Persib Bandung mengutuk keras aksi pengeroyokan oknum Bobotoh terhadap suporter Persija Jakarta Haringga Sirla (23) hingga tewas. Apa kata mereka?

Ada lima orang eks pemain Persib Bandung di era 80-an seperti Wawan Hermawan, Wawan Karnawan, Dadang Kurnia, Ganjar Nugraha dan Budiman Witarsa. Mereka mendatangi Polrestabes Bandung untuk mendorong polisi memproses hukum oknum Bobotoh pengeroyok Haringga.

Mantan pemain Persib diwakili Ganjar Nugraha mengaku kecewa dengan insiden maut yang menimpa Haringga sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (23/9) lalu. Pihaknya mengutuk keras peristiwa tersebut.

"Kita prihatin dan kecewa. Kenapa hal seperti ini terus terjadi," ujar Ganjar di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (26/9/2018).



Ganjar mengatakan fanatisme yang ditunjukkan oknum Bobotoh sudah di luar batas. Apalagi para oknum tersebut secara sadis menyiksa Haringga bahkan direkam dan tersebar.

"Kadang-kadang fanatisme luar biasa, akal sehat dilupakan. Fanatik boleh, tapi jangan keluar dari jalur," ungkapnya.

Ganjar mencontohkan saat bobotoh jaman dia bermain dahulu. Saat itu, fanatisme bobotoh muncul namun tak sampai mencabut nyawa orang lain.

"Dulu ada fanatisme tapi enggak ada korban. Kita main final di GBK (Gelora Bung Karno) tenang-tenang saja meskipun penonton sampai ke pinggir," kata dia.



Menyusul adanya kejadian ini, pihaknya mendorong agar seluruh pihak berperan. Polisi didorong untuk memproses secara hukum. Sementara pihak lain perlu mengedukasi bobotoh agar kejadian tak terulang kembali.

"Ke depannya perselisihan ini diselesaikan jangan sampai ada korban biar kita menikmati sepakbola sebagai sepakbola, kita nikmati enggak usah saling gontok-gontokan. Untuk kasusnya, bahwa itu jalur hukum, harus diproses. Enggak bisa mereka lolos proses hukum, supaya ada efek jera," ucapnya.

Sementara itu Wawan Hermawan justru mengusulkan adanya pembubaran kelompok-kelompok suporter di Indonesia. Sebab dia menyebut pangkal permasalahan terjadinya aksi pengeroyokan tersebut dari permusuhan antar kelompok suporter.

"Pemicu atara The Jak sama Viking. Ini udah enggak bisa diredam, ini sudah beberapa kali, satu-satunya cara dibubarkan, enggak ada Viking, The Jak, Bonek enggak ada ini, enggak ada itu," katanya.

Wawan berkaca pada liga jaman dahulu sebelum kelompok suporter terorganisir. Menurutnya saat itu jalannya pertandingan aman dan tak ada insiden-insiden yang menimbulkan korban jiwa.

"Pengennya udahlah kayak Persib dulu, enggak ada keributan, enggak ada saling serang menyerang, apalagi sekarang cepet yah, telekomunikasi untuk memicu keributan itu cepat. Kalau dulu enggak ada persaingan, jadi kalau dulu di lapangan Medan sama Medan, di lapang teriak-teriak, tapi begitu bubar udah kayak berteman lagi, termasuk sama Persija," katanya.


Simak Juga 'Pesepakbola Indonesia Tuntut Nota Damai Antar Suporter':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed