DetikNews
Selasa 25 September 2018, 16:10 WIB

Ini Gubuk Tempat Predator Anak di Sukabumi Sekap Korban

Syahdan Alamsyah - detikNews
Ini Gubuk Tempat Predator Anak di Sukabumi Sekap Korban Gubuk tempat pelaku mencabuli belasan anak di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Predator anak di Sukabumi ditangkap polisi lantaran kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap 12 bocah. Pelaku berinisial DAD (45) ini menyekap sejumlah korbannya di sebuah gubuk tengah sawah.


Gubuk tersebut berlokasi di Kampung Coblong, RT 03 RW 03, Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya sekitar 1 kilometer dari sekolah korban. DAD awalnya hanya menggiring satu korban, namun teman-teman korban mengikuti dari belakang dan nahasnya malah ikut menjadi korban.

"Tersangka awalnya hanya menyeret satu korban, melihat korban di seret seperti itu temannya mengikuti dari belakang. Saat itulah pelaku mengancam mereka dan memasukkan mereka ke dalam gubuk tersebut, satu persatu korban di ikat ke tiang gubuk mulutnya di lakban," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada awak media di lokasi, Selasa (25/9/2018).

Ini Gubuk Tempat Predator Anak di Sukabumi Sekap KorbanPolisi menunjukkan gubuk tempat pelaku mencabuli korban. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Pengancaman jadi alasan korban tidak melarikan diri. Mereka pasrah saat pelaku mengikat tangan dan melakban mulut. Empat bocah lelaki dicabuli pelaku. Saat itu ada 8 korban di dalam gubuk.

"Empat anak disodomi pelaku, empat lainnya ikut di ikat namun hanya digerayangi. Setelah melakukan itu pelaku meninggalkan mereka, korban melepaskan diri dari ikatan lalu pulang," ujarnya.


Gubuk tempat 'markas' pelaku itu milik warga setempat. Salah satu korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SD bahkan dijadikan budak seks dan mengalami pencabulan oleh pelaku nyaris setiap hari sepanjang Maret.

Gubuk berukuran kurang lebih 4 x 5 meter persegi itu berbentuk semi panggung, di bagian belakang terdapat sebuah ruangan kecil tempat pelaku mengurung korban. Kursi bekas korban dinaikkan ke atas tiang juga masih tersimpan rapi.

Menurut penuturan warga gubuk tersebut biasanya dipakai petani untuk bermalam menjaga ladang. Namun sudah lama tidak digunakan karena kondisinya yang reyot, warga terkesan menghindari pertanyaan seputar kejadian pencabulan oleh DAD.

"Kejadiannya siang, tidak ada (warga) yang lihat, intinya kami merasa terganggu dengan adanya peristiwa ini. Kami tidak terima dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya," ujar salah seorang warga.




Saksikan juga video 'Polri Ungkap Sindikat Perdagangan Orang Jaringan Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]


(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed