DetikNews
Jumat 21 September 2018, 14:04 WIB

Terdampak Tambang Semen, Warga Leuwidinding Minum Air Selokan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Terdampak Tambang Semen, Warga Leuwidinding Minum Air Selokan Warga terpaksa minum air selokan (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi - Warga di Kampung Leuwidinding, RT5/RW1, Desa Tanjungsari, Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kesulitan air bersih dampak aktivitas tambang semen. Warga terpaksa memanfaatkan air selokan untuk kebutuhan sehari-hari.

Keluhan warga itu sudah disampaikan dengan mendatangi langsung PT Semen Jawa, Siam Cemen Group (SCG) di Jalan Palabuhan II, Kamis (20/9/2018). Mereka menyampaikan keluhannya akibat aktivitas tambang semen.

Warga mengaku kehilangan air bersih akibat eksploitasi tambang semen tidak jauh dari lokasi perkampungan warga. Warga menyebut eksplotasi tersebut dilakukan PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) rekanan PT SCG di Gunung Guha.

"Dugaan kami dari 17 mata air yang menjadi sumber penghidupan warga hanya tersisa 1 mata air atau sumur yang masih bisa dimanfaatkan warga untuk mengairi sawah dan minum. Sumur warga kering, kami terpaksa memanfaatkan air selokan atau serapan irigasi sawah," kata Oon Juanda (58) warga sekaligus tokoh masyarakat setempat kepada detikcom, Jumat (21/9/2018).


Oon menyebut ada ratusan warga yang saat ini bernasib sama, sumur gali kering hingga memgakibatkan sulitnya mendapatkan air bersih.

"Hari ini masih mending, hujan sudah tiga kali mengguyur. Sumur naik dan itu yang dimanfaatkan. Coba kalau enggak ada hujan, lagi-lagi air selokan yang dipakai mandi, mencuci sampai minum ini kebutuhan vital bisa dibilang 99 persen warga sini minumnya air selokan," ungkap dia.

Kondisi sulitnya air dirasakan warga sudah sejak dua tahun terakhir ini, ketika eksploitasi tambang mulai dilakukan. "Puluhan tahun saya tinggal di kampung ini, baru sekarang setelah ada tambang air mengering. Protes kami hanya di dengar dan berujung janji," imbuh dia.

Pengamatan detikcom, tidak hanya dari saluran air selokan warga juga membentangkan selang plastik dari penampungan air di sawah. Selokan itu mengarah ke pemukiman warga, ada yang menampungnya di dalam bak air ada juga yang langsung memanfaatkannya ke bak-bak berukuran besar.

Madin (50) ketua RT 5 membenarkan kondisi yang dialami warga, saat ini air selokan adalah satu-satunya solusi meskipun kandungan airnya belum diketahui.

"Kita mau minum dari mana, hanya ada air selokan. Urusan kesehatan nomor dua karena sampai detik ini belum ada solusi baik dari perusahaan maupun pemerintah," ungkapnya.

Hingga saat ini Madin mengaku masih berjuang untuk air bersih yang menjadi hak warganya. Mereka mengaku tidak akan bosan memprotes perusahaan tambang hingga hak warga terpenuhi. "Sampai manapun akan kami kejar," ujar Madin




Tonton juga 'Hiii... Ribuan Ikan Sapu-sapu Mati di Curug Parigi Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]


(sya/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed