DetikNews
Jumat 21 September 2018, 13:01 WIB

Misteri Orang Dekat yang Menghujani 28 Tusukan di Tubuh Ella

Mukhlis Dinillah - detikNews
Misteri Orang Dekat yang Menghujani 28 Tusukan di Tubuh Ella Ella Nurhayati (42) semasa hidup. (Foto: Istimewa)
Bandung Barat - Kasus pembunuhan karyawati perbankan Ella Nurhayati (42) mulai menemukan titik. Dugaan sosok yang tega menghabisi nyawa janda cantik itu mengarah ke orang terdekat.


Polisi menemukan fakta sehari sebelum Ella ditemukan tewas mengenaskan dengan 28 luka tusukan di rumahnya, korban bersama anak lelakinya berusia 16 tahun menonton film genre horor 'The Nun' di salah satu bioskop di Kota Bandung. Anak semata wayang yang berkebutuhan khusus ini tengah berlibur ke rumah sang ibu.

"Kami membenarkan bahwa antara korban dan anak korban satu hari sebelum hari H sempat melakukan kegiatan menonton di salah satu mal di Kota Bandung yang bergenre horor," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko N. Adiputra di Mapolres Cimahi, Kamis (20/9/2018).

Misteri Orang Dekat yang Menghujani 28 Tusukan di Tubuh EllaBarang bukti pisau. (Foto: istimewa)
Kebersamaan ibu dan anak itu berakhir pada Selasa (11/9/2018). Ella ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya Lembang, Bandung Barat. Warga mendengar ada suara teriakan dan melihat anak Ella keluar rumah dengan tangan penuh darah sambil memegang sebilah pisau.


Selain menggali keterangan saksi mata kejadian, polisi juga menemukan bekas cakaran di tangan sebelah kanan dan kiri anak Ella. Melihat fakta-fakta yang ada, polisi menduga pelakunya merupakan orang terdekat.

"Diduga pelaku sudah mengarah ke orang terdekat. Orang terdekat satu-satunya adalah saksi kunci," tutur Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko N. Adiputra kepada wartawan.

Guna mengungkap kasus pembunuhan Ella, polisi juga melibatkan saksi ahli. Salah satunya psikiater dr Kresno Mulyadi yang tak lain kembaran Kak Seto. Kresno dimintai keterangannya seputar prilaku anak autis seperti yang dialami anak Ella.

Menurut Kresno autistik bisa dibagi ke dalam tiga sektor yaitu ringan, sedang, hingga berat. Bagi penyandang autistik berat, biasanya mereka sama sekali tidak mampu berkomunikasi.


Selain mempunyai masalah dalam berkomunikasi, sambung Kresno, para penyandang autistik mempunyai masalah dalam hal bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Penyandang autistik juga bermasalah dalam mengatur emosi.

"Ada labilitas emosi, misalnya cepat marah dan gampang cemas yang berkaitan dengan emosi yang bisa disertai dengan tindakan agresivitas, seperti memukul, menggigit, dan melempar. Kasus-kasus tertentu bisa terjadi menggunakan apa yang dipegang, gunting, pisau, dan sebagainya," tutur Kresno.

Misteri Orang Dekat yang Menghujani 28 Tusukan di Tubuh Elladr Kresno Mulyadi (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Kresno menjelaskan individu dengan gejala autistik bisa memunculkan emosinya yang labil karena berbagai pemicu, misalnya ketersinggungan yang menimbulkan semacam balas dendam. Sehingga, individu autistik mesti mendapat perhatian khusus dan jangan diabaikan.

"Ketika sendiri tidak ada individu lain, kemudian juga tempatnya sepi, sekitarnya juga senjata tajam ada, ini yang kita harus harus hati-hati jangan mengabaikan kemungkinan terjadinya tindak-tindak kekerasan yang berakibat fatal," sambung saudara kembar Kak Seto ini.

Belasan saksi sudah diperiksa untuk mengungkap kasus tersebut. Mulai dari saksi tetangga, saksi ahli termasuk mantan suami Ella bernama Andi (48).



Tonton juga 'Ribut Gara-gara Jok Motor, Kakek Yusuf Tewas Ditikam Tetangga':

[Gambas:Video 20detik]


(mud/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed