DetikNews
Kamis 20 September 2018, 10:08 WIB

Dapat Akses Jalan ke Rumah, Pak Eko Terima Dengan Berat Hati

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Dapat Akses Jalan ke Rumah, Pak Eko Terima Dengan Berat Hati Foto: Istimewa
Bandung - Eko Purnomo (37) akhirnya bisa masuk rumah setelah tetangganya memberikan sebagian lahan untuk jalan masuk menuju ke rumahnya. Namun Eko tampak masih memiliki ganjalan lantaran pemberi jalan bukan sesuai denah melainkan orang lain.

Berdasarkan denah yang ada dalam sertifikatnya, akses jalan Eko seharusnya melalui rumah yang saat ini ditempati oleh tetangganya bernama Rohanda yang berada di sebelah kiri rumah Eko. Namun berdasarkan mediasi kemarin, yang memberi jalan justru rumah milik ahli waris Imas yang berada di belakang rumah Eko.

"Jujur keinginan saya mah jalan yang kini dibangun rumah Ibu Rohanda sesuai di sertifikat dan berita acara BPN (Badan Pertanahan Nasional) serta mengacu kepada keabsahan dari sertifikat yang saya miliki," ujar Eko kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Kamis (20/9/2018).

Eko mengaku solusi yang kini telah ada belum sepenuhnya dibilang selesai. Sebab hak akses jalan sesuai sertifikat yang juga dituntutnya belum terkabulkan.

"Kalau bagi kami tidak bisa bilang selesai atau belum, cuma intinya hak yang sesuai di sertifikat yang selama ini saya tuntut tidak dikabulkan, seolah-olah hukum tidak digunakan dan aturan dilanggar," kata dia.

Eko mengatakan dirinya sudah mengutarakan haknya dalam mediasi kemarin. Namun pemerintah setempat sebagai penengah dalam mediasi tetap mengambil jalan tengah yang kini menjadi solusi akses jalan.

"Sudah diutarakan di mediasi berkali-kali saya minta hak sesuai di sertifikat tapi karena itu solusi dari pengurus saya terima. Masa ada yang mau ngasih jalan saya tolak, intinya menolak rezeki. Tapi tetap hak saya sepenuhnya belum saya dapatkan walaupun itupun solusi terbaik. Meskipun dengan berat hati tapi tetap saya dengan adik akan mencari keadilan hak yang sesuai di sertifikat," ucap Eko.



Kendati demikian, Eko tetap menerima apa yang telah menjadi solusi. Dia mengaku masih akan tetap memperjuangkan apa yang jadi haknya.

"Tapi sudahlah, daripada nanti jadi ramai lagi biar nanti saya dan adik akan memperjuangkan hak ini dengan cara saya sendiri mau kemana, ke siapa saya mengadu intinya hukum tidak adil dan aturan tidak ditegakkan seadil-adilnya," tutur Eko.

Kisah rumah Eko di Kampung Sukagalih, RT 5 RW 6, Kelurahan Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung itu viral di media sosial. Rumah bercat hijau itu sejak 2016 lalu terblokade oleh bangunan lain sehingga tidak memiliki akses jalan.

Awalnya rumah yang menjadi kontrakan itu berdiri di sebidang tanah kosong. Lama kelamaan rumah tersebut mulai dikeliling oleh bangunan milik tetangganya karena status kepemilikan tanah sudah berpindah tangan.

Saat itu Eko mengaku sempat mencari solusi dengan menawar sebidang tanah milik tetangganya Rp 10 juta untuk akses jalan. Namun hal itu menemui jalan buntu hingga rumah kontrakan tersebut tak lagi dihuni oleh siapa pun.

Eko mencoba untuk meminta solusi pada pihak lain. Salah satunya meminta tolong pada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, namun tak digubris. Akhirnya Eko difasilitasi oleh Wakil Wali Kota Banadung Oded M Danial.

Titik terang mulai muncul setelah Plh Wali Kota Bandung Dadang Supriatna datang langsung ke lokasi dengan didampingi oleh dinas terkait, BPN dan perwakilan TNI/Polri. Kedatangan mereka untuk mencari solusi dengan melihat data dan fakta di lapangan. Hanya saja saat itu tidak ada keputusan karena Eko sedang tidak ada di tempat.

Sehari berselang, Rabu 19 September 2018, menjadi hari bersejarah bagi Eko setelah menunggu selama dua tahun. Melalui musyawarah yang digelar di Kantor Kecamatan Ujungberung akhirnya Eko bisa memilik akses untuk keluar masuk rumah.

Dalam musyawarah tersebut tetangga Eko yang merupakan ahli waris almarhumah Imas bersedia menghibahkan sebagian rumahnya untuk menjadi jalan. Hibah yang diberikan seluas 1x6 meter.




Tonton juga 'Plt Wali Kota Bicara soal Rumah Eko yang Dikepung Tembok Tetangga':

[Gambas:Video 20detik]


(dir/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed