DetikNews
Rabu 19 September 2018, 16:12 WIB

Ini 6 Tuntutan Guru Honorer di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Ini 6 Tuntutan Guru Honorer di Sukabumi Demo guru honorer di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Ribuan guru honorer menggelar aksi di Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Selain peningkatan kesejahteraan, mereka juga meminta adanya Surat Keputusan (SK) dari Bupati Sukabumi tentang guru honorer.

Ada enam tuntutan yang mereka suarakan. Mereka mendesak diberikannya SK pengangkatan atau penugasan sebagai guru dan tenaga kependidikan tidak tetap dari pemerintah daerah, penghasilan yang pantas dan memadai yang dianggarkan dalam APBD 2019, jaminan kesehatan yang dianggarkan dalam APBD. Selain itu, mereka meminta batalkan dan cabut Permenpan No 36 tahun 2018 karena diskriminasi dan cacat hukum, batalkan rekrutmen CPNS tahun 2018, dan terbitkan Perppu untuk peningkatan status guru honorer menjadi CPNS berdasarkan masa kerja yang paling lama dan bertahap sesuai kebutuhan.


Perwakilan guru honorer sempat beraudiensi di Kantor Dinas Sosial Sukabumi yang jaraknya berdekatan dengan lokasi aksi. Namun mereka kecewa begitu mengetahui Bupati Sukabumi Marwan Hamami tidak datang menemuinya.

"Kami kecewa bupati tidak hadir, informasinya beliau sedang ada kegiatan lain. Padahal harapan kami tuntutan ini bisa langsung kami sampaikan. Yang hadir tadi hanya ASDA 1, BKSDM, Kadisdik dan wakil ketua PGRI," kata Kris Dwi Purnomo, koordinator aksi, kepada awak media, Rabu (19/9/2018).

Kris mengancam apabila pemerintah daerah tidak mengabulkan tuntutan maka pihaknya akan membawa massa lebih besar. "Hingga hari ini mogok mengajar masih kita lakukan, kita menunggu keputusan dari pemerintah daerah. Ini tuntutan di daerah saja, kalau untuk ke Istana Negara nanti pihak PGRI siap untuk memfasilitasi. Kemungkinan nanti kita akan bawa massa lebih banyak dari 47 kecamatan," tuturnya.

"Kalau SK belum dipenuhi kami akan tetap mogok mengajar, tadi hasil pertemuan akan ada diskusi pada hari Selasa pekan depan. Semoga bupati bisa datang," ucap Kris menambahkan.




Tonton juga 'Berkenalan dengan Pak Maman, 40 Tahun Jadi Guru Honorer':

[Gambas:Video 20detik]


(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed