DetikNews
Rabu 19 September 2018, 12:59 WIB

Tak Lama Lagi Kota Bandung Bebas dari Seliweran Kabel Udara

Tri Ispranoto - detikNews
Tak Lama Lagi Kota Bandung Bebas dari Seliweran Kabel Udara Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Bandung - Dalam waktu yang tidak lama lagi cita-cita Kota Bandung terbebas dari kabel udara segara terealisasi. Kini proyek pembangunan jaringan serat optik bawah tanah (ducting) senilai Rp 1,3 triliun siap dijalankan karena telah mengantongi izin dan legal opinion.

Dirut PT Bandung Infra Investama (BII) Eko Hari Karyanto mengatakan izin termasuk legal opinion dari Kejati dan BPKP telah ada. Sehingga pekerjaan bisa segera dilakukan.

"Insya Allah ducting ini bisa segera kita realisasikan dalam waktu dekat," ujar Eko saat berbincang dengan detikcom, Rabu (19/9/2018).

Eko mengatakan setelah mengantongi izin dan legal opinion, proses pengerjaan ducting sepanjang 1.176 kilometer itu bisa lebih terstruktur dan bisa berjalan sesuai koridor yang ada.

Sementara itu Plh Wali Kota Bandung Dadang Supriatna mengatakan dengan adanya izin dan legal opinion maka proyek yang dikerjakan PT BII sebagai BUMD Kota Bandung bisa mulai berjalan.

Pemerintah sebelumnya tidak berani mengambil keputusan karena menunggu verifikasi dan legal opinion dari lembaga berwenang keluar. Sebab pelaksanaan Kerjasama Operasional (KSO) ini baru pertama kali di Indonesia.

"Makanya tidak banyak referensi (KSO). Jadi perlu kehati-hatian yang dikedepankan," ujar Dadang.

Sebelumnya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menargetkan proyek pembangunan jaringan serat optik bawah tanah atau ducting bisa segera teralisasi dan membuat Kota Bandung saling terkoneksi.

"Sehingga Bandung jadi kota terkoneksi se-Indonesia," katanya.

Pria yang karib disapa Emil ini memastikan Pemkot Bandung sama sekali tidak mengeluarkan biaya. Sebab melalui BII skema yang dilakukan mencari investasi bisnis untuk pembangunan daerah.

Pemerintah sudah memulai proyek percontohan ducting di sepanjang Jalan Naripan dan rencananya berlanjut ke sejumlah lokasi di antaranya Jalan LL RE Martadinata (Riau), Jalan Ir H Djuanda (Dago) dan Jalan Braga. Proyek ducting dibutuhkan biaya cukup besar, seperti Jalan Naripan yang memiliki panjang 1,6 KM menghabiskan biaya hingga Rp 1,6 miliar.




Tonton juga 'Kabel Optik Bawah Laut Palapa Ring Paket Timur Resmi Digelar':

[Gambas:Video 20detik]


(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed