DetikNews
Sabtu 15 September 2018, 19:13 WIB

Kubu Bamunas-Edo Minta PSU Pilwalkot Cirebon Digelar Hari Libur

Sudirman Wamad - detikNews
Kubu Bamunas-Edo Minta PSU Pilwalkot Cirebon Digelar Hari Libur Kubu Bamunas-Edo saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Kubu Bamunas Budiman-Effendi Edo menolak rencana KPU Kota Cirebon terkait pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di hari kerja. Mereka menilai pelaksanaan PSU di hari kerja tak sesuai aturan.

Tim kuasa hukum Bamunas-Edo, Rozy Fahmi mengatakan menurut peraturan pelaksanaan PSU wajib dilaksanakan pada hari libur atau hari yang diliburkan. Fahmi meminta agar KPU mempertimbangkan kembali rencana pelaksanaan PSU yang digelar pada 19 September mendatang.

"Harapannya sih digelar di hari libur. Kalau di hari kerja itu banyak kerugian yang dirasakan masyarakat. Karena banyak masyarakat yang kerja," ucap Fahmi saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di kawasan Jalan Kartini Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (15/9/2018).


Dia menjelaskan dalam putusannya Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan waktu kepada KPU Kota Cirebon untuk melaksanakan PSU paling lambat 30 hari setelah putusan MK. Putusan tersebut, lanjut Fahmi, agar KPU bisa merencanakan pelaksanaan PSU secara matang dan tak tergesa-gesa. Utamanya untuk menghindari kesalahan prosedur.

"Kami menolak kalau PSU dilakukan di hari kerja. Harusnya KPU melakukan persiapan lebih baik, termasuk bimtek. KPU harus baca aturan dan teliti dengan seksama, PSU itu harus dilakukan di hari libur dan atau hari yang diliburkan," ucap Fahmi.

Di tempat yang sama, calon Wali Kota Cirebon nomor urut satu, Bamunas S Budiman mengatakan gugatan ke MK bukanlah persoalan antara kalah dan menang dalam Pilwalkot Cirebon. Namun, lanjut dia, pihaknya ingin meluruskan tentang adanya kesalahan prosedur dalam pelaksanaan Pilkada di Kota Cirebon.

"Semoga ke depannya Cirebon lebih baik lagi dalam penyelenggaraan pemilu. Siapa pun yang terpilih dalam usai PSU nanti, itu yang terbaik bagi Kota Cirebon," ucap Bamunas.

Seperti diberitakan sebelumnya, MK memutuskan agar KPU melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pilwalkot Cirebon. Keputusan pelaksanaan PSU itu didasari adanya pembukaan kotak suara yang tak sesuai aturan.

Amar putusan itu dibacakan Ketua MK Anwar Usman di ruang sidang MK pada Rabu (12/9/2018) kemarin. Ketua KPU Kota Cirebon Emirzal Hamdani menyebutkan MK meminta pihaknya untuk menggelar PSU di 24 TPS yang tersebar di empat kecamatan. Pihaknya sudah memiliki rencana untuk menggelar PSU pada 19 September mendatang.

"Ini hasil rapat bersama semua pihak. Tapi belum pasti, karena kita akan koordinasikan dulu dengan provinsi dan pusat. Jadi ini belum pasti, keputusannya setelah mendapat rekomendasi dari provinsi dan pusat," ucap Emirzal usai rapat PSU di Balaikota Cirebon, Kamis (13/9/2018).

Sekadar diketahui, Pilwalkot Cirebon diramaikan dua pasangan calon yakni Bamunas Budiman-Effendi Edo dan Nasrudin Azis-Eti Herawati. Pasangan Bamunas-Edo diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, dan PPP. Sementara itu, pasangan Azis-Eti diusung oleh lima partai, yakni Demokrat, NasDem, PKB, Hanura, dan PKPI. Pasangan Azis-Eti berhasil meraih kemenangan dengan raihan 80.496 suara. Sementara, Bamunas-Edo meraih 78.511 suara.

Pihak Bamunas-Edo menuding adanya dugaan kecurangan pada pelaksanaan Pilwalkot Cirebon. Hingga akhirnya Bamunas-Edo menggugat hasil Pilkada ke MK.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed