DetikNews
Jumat 14 September 2018, 22:47 WIB

Daop 2 Bandung Fokus Aktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut

Tri Ispranoto - detikNews
Daop 2 Bandung Fokus Aktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto)
Bandung - Dalam waktu dekat warga Jabar dapat menikmati berpergian menggunakan kereta api ke sejumlah daerah yang jalurnya sudah mati sejak puluhan tahun silam. Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan dari empat yang direncanakan, pihaknya terlebih dahulu menggarap jalur Cibatu-Garut-Cikajang dengan total panjang 47,5 KM.

"Untuk pertama kita fokus ke jalur yang Cibatu-Garut dulu yang panjangnya 19,3 KM," kata Joni kepada detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (14/9/2018).

Joni menuturkan untuk jalur tersebut pihaknya sudah memulai pemetaan sejak seminggu lalu. Selain itu, pihaknya sudah mulai sosialisasi di kewilayahan.


Saat ini, menurut dia, tim aset tengah mendata terkait jumlah bangunan yang ada di atas rel, jenis bangunan, kondisi rel, serta beberapa konstruksi penunjang seperti stasiun dan jembatan. "Kenapa pertama Cibatu-Garut, karena ini memiliki potensi yang besar. Di sana ada perkebunan, sumber daya alam yang besar, sehingga perlu mobilisasi cepat agar tidak terhambat macet," ucapnya.

Bukan hanya itu, Joni menyebut jalur yang terakhir aktif pada 1983 itu dianggap yang paling mudah dibanding lainnya. Sehingga diharapkan setelah proses pemetaan, penertiban dan pembangunan selesai, layanan kereta dapat segera dinikmati masyarakat.

"Kalau sampai terealisasi nanti, enak banget. Warga bisa langsung ke Bandung atau Jakarta tanpa macet. Kita upayakan sesegera mungkin (reaktivasi)," ujar Joni.

PT KAI berencana mereaktivasi empat jalur kereta api yang telah mati di Jawa Barat. Jalur tersebut ialah Bandung-Ciwidey, Cibatu-Garut-Cikajang, Banjar-Pangandaran-Cijulang dan Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari.
(tro/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed