Hikayat Pencak Silat Cirebonan, Seni Bela Diri di Atas Perahu

Sudirman Wamad - detikNews
Sabtu, 01 Sep 2018 12:32 WIB
Gerakan pencak silat Cirebonan. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang berhasil memborong medali emas untuk Indonesia di Asian Games 2018. Pencak silat merupakan salah satu seni beladiri yang berasal dari Indonesia.

Bahkan, setiap daerah di Indonesia memiliki gerakan-gerakan khasnya masing-masing. Salah satunya silat asal Cirebon atau yang biasa disebut silat Cirebonan. Silat asal Cirebon ini memiliki perbedaan yang mencolok dengan gerakan silat dari daerah lain.

Seniman Cirebon Elang Heri Komara Hadi mengatakan seni beladiri silat Cirebon terlahir dari kalangan nelayan. Pasalnya, lanjut dia, Cirebon memiliki karakteristik sebagai daerah pesisir.

"Silat Cirebonan itu ada sejak dulu. Karena kita ini pesisir, gerakan silatnya menyesuaikan dengan medannya. Pertempurannya lebih banyak di atas perahu, nah menyesuaikan kondisi itu gerakannya," kata Heri selaku pemilik Sanggar Sekar Pandan Cirebon saat ditemui detikcom, Kamis 30 Agustus 2018.

Heri mengatakan karena pertempurannya di atas perahu, gerakan silat Cirebonan lebih banyak dilakukan dengan cara duduk ketimbang berdiri. Gerakan dengan duduk itu, lanjut dia, dikenal dengan jurus 'lemprak'.

"Lemprak itu bahasa Cirebon artinya gelesot atau duduk. Perahu kan goyang-goyang kalau di laut, jadi kuda-kudanya duduk. Di perahu susah kalau berdiri kuda-kudanya," kata Heri.

Hikayat Pencak Silat Cirebonan, Seni Bela Diri di Atas PerahuSalah satu jurus pencak silat Cirebonan. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Heri langsung mengambil sikap kuda-kuda dan langsung mempraktikkan gerakan-gerakan silat Cirebon. Menurutnya jurus lemprak memiliki keistimewaan tersendiri, yakni menyulitkan lawan untuk menyerang.

"Titik untuk diserangnya itu minim, lawan hanya menyerang bagian kepala kita. Fokus penyerangan dengan jurus lemprak ini tentunya untuk menjatuhkan lawan," ucap Heri.

Seiring dengan kemajuan zaman, silat Cirebonan pun berkembang. Heri mengatakan salah satu tokoh yang mengembangkan silat Cirebonan adalah buyutnya, Pangeran Besus Arkaningrat.

"Waktu itu saya masih kecil. Saya juga ikut berlatih. Sekarang masih berkembang," katanya.

Dalam perkembangannya, lanjut Heri, silat Cirebon tidak bisa digunakan untuk kategori laga atau pertandingan dalam turnamen. Namun, lanjut Heri, silat Cirebon lebih condong pada kategori seni.

"Dari kuda-kudanya saja sudah duduk, jelas ini sangat sulit untuk laga. Tapi, silat Cirebonan itu masuknya ke seni. Kadang, gerakan-gerakan tari tradisional yang berkembang memasukkan gerakan silat Cirebonan di dalamnya," tutur Heri. (bbn/bbn)