Begini Strategi Pemkab Bandung Barat Berantas Kemiskinan

Rachmadi Rasyad - detikNews
Kamis, 30 Agu 2018 21:19 WIB
Ilustrasi potret kemiskinan. (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Bandung Barat - Warga kategori miskin di Kabupaten Bandung Barat mencapai 192 ribu atau 11,49 persen dari jumlah populasi penduduk sebanyak 1.643.837 jiwa. Angkat tersebut data 2018 yang dicatat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Bandung Barat.

Kepala Bappelitbangda Bandung Barat Kemal Mustofa mengklaim angka warga kategori miskin tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pemkab Bandung Barat terus mengupayakan strategi pemberantasan kemiskinan.

"Untuk melipatgandakan penurunan angka kemiskinan ini, kami berkoordinasi langsung dengan para kepala desa. Mereka adalah pihak yang lebih mengetahui kondisi masyarakat secara langsung dan terperinci. Jadi, para aparat desa merupakan ujung tombak penanggulangan kemiskinan karena mereka bersentuhan secara langsung dengan masyarakat," kata Kemal melalui rilis, Kamis (30/8/2018).

Di sisi lain, dia menilai, strategi pemberantasan kemiskinan pun saat ini sudah dilakukan oleh masyarakat dengan cara menerapkan kultur kearifan lokal yaitu gotong royong dan perelek (mengumpulkan uang atau beras). Hal tersebut, lanjut dia, dapat dijadikan sebagai media untuk program percepatan pemberantasan kemiskinan di Bandung Barat.

"Jadi, sebenarnya penanggulangan kemiskinan juga sudah dilakukan oleh masyarakat sendiri, dengan adanya beberapa kearifan lokal sehingga terbangun pemberdayaan masyarakat, di samping terus meningkatnya partisipasi pemerintah desa yang dimulai dari lokasi di mana masyarakat miskin berada," katanya.

Penjabat Bupati Bandung Barat Dadang M. Ma'soem menilai metode yang diterapkan untuk memberantas kemiskinan di Bandung Barat belum tepat. Meski penanggulangan kemiskinan sudah berlangsung terkoordinir, menurut Dadang, persentase warga miskin masih tetap tinggi.

"Saya rasa kendalanya pada metode yang masih belum pas, sehingga belum diperoleh model penanggulangan kemiskinan yang terbaik," kata Dadang.

Menurut Dadang, metode tak tepat itu contohnya memanjakan warga miskin dengan bantuan yang bersifat konsumtif. "Model yang paling pas adalah lebih kepada pemberdayaan perekonomian masyarakat. Dengan kata lain, berikan mereka kail serta pancing dan biarkan mereka berusaha menangkap ikan sendiri. Jadi, jangan hanya memberi mereka ikan, karena itu akan membuat mereka terlena," kata Dadang. (bbn/bbn)