Dinkes: Penderita Difteri di Ibun Bandung Jadi 3 Orang

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 23 Agu 2018 15:03 WIB
Ilustrasi difteri
Bandung - Warga Ibun, Kabupaten Bandung yang terpapar virus difteri manjadi tiga orang. Dua orang merupakan santri di salah satu pondok pesantren, satunya lagi merupakan ibu rumah tangga.

"Dua orang Santri Pesantren Arohman dan seorang warga biasa, sudah di rawat di RSHS," kata Kepala UPTD Pelayanan Kesehatan Ibun Odang Rohmat kepada wartawan di Puskesmas Ibun, Kamis (23/8/2018).

Ia menuturkan warga yang terjangkit virus difteri ini antara lain Sumiati (30) warga Sudi Ibun laporan Tanggal 9 Agustus. Risma (16) dan Neng Sri (16) santri Ponpes Arohman Ibun laporan Tanggal 16 Agustus.

Odang mengungkapkan kondisi Sumi sapaan karib Sumiati mengkhawatirkan. Pasalnya janda yang sudah memiliki anak itu lehernya sudah berlubang dan diberikan alat bantu pernafasan.

"Sumi lehernya sudah dibolongin dan diberikan alat bantu pernafasan," ungkap dia.

Saat ini Sumi sudah dirawat di ruang isolasi RSHS Bandung dan kini pihaknya sedang mencari sumber penularan virus difteri yang didetita oleh Sumi.

"Saat ini kami sedang mencari orang yang terdekat dengan dia (Sumi), orang itu yang akan kami periksa dan diberi pengobatan. Kalau anaknya, kebetulan dirawat oleh ibunya, dia tinggal sendiri," jelas dia.

Menurutnya pihaknya juga sudah mengisolasi ponpes tempat Risma dan Neng Sri belajar selama ini. Puskesmas Sudi sudah melakukan penanganan dengan memberikan pengobatan terhadap santri lainnya agar tidak kembali terjadi kasus serupa.

"Kondisi sudah kondusif, ada posko tiga hari disana. Tidak ada masalah lagi. Langkah selanjutnya memberikan obat anti pemutusan rantai (difteri), satu tablet sehari," tutur dia.

Odang menjelaskan difteri disebabkan oleh bakteri. Pemicunya dari sanitasi, penularan nya melalui percikan dahak, ludah, penggunaan alat makan bersama dan luka.

"Demam 38 derajat, sakit menelan, sakit tenggorokan dan ada selaput putih yang dapat berdarah. (Akibat difteri) Paling parah idak dapat bernafas dan menyebabkan kematian," kata Odang. (mud/mud)