DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 22:30 WIB

Ridwan Kamil Hibur Pengungsi 'Kampung Bandung' di Lombok

Tri Ispranoto - detikNews
Ridwan Kamil Hibur Pengungsi Kampung Bandung di Lombok Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meninjau lokasi pengungsian korban gempa di Lombok. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Lombok - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi sejumlah titik pengungsian korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Di tempat ini, secara khusus Pemkot Bandung membangun posko dibantu oleh para relawan yang juga berasal dari Kota Bandung. Bahkan warga yang mengungsi menjuluki tempat mereka bermalam sebagai 'Kampung Bandung'.


Emil, sapaan Ridwan, menghibur warga dengan membagi-bagikan hadiah pada para pengungsi. Sebelum diberi hadiah warga terutama anak-anak harus menjawab pertanyaan atau bernyanyi.

Salah satunya seorang anak disuruh menyanyi lagu dangdut 'Cantik', setelah bernyanyi ia berhak mendapat hadiah. Peserta lainnya adalah seorang ibu yang juga mendapat hadiah setelah menjawab nama-nama presiden Indonesia.

Selain dua orang beruntung itu, salah seorang anak laki-laki juga berkesempatan untuk mendapat hadiah. Sebelum memberi tantangan, Emil menanyakan cita-cita sang anak. Tak disangka anak tersebut bercita-cita ingin menjadi penghafal Alquran.

"Alhamdullilah, kita doakan adik ini menjadi hafiz Alquran yang hebat," ucap Emil sambil memberi tantangan membaca beberapa ayat Surat An Naba pada sang anak.

Ridwan Kamil Hibur Pengungsi 'Kampung Bandung' di LombokWali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi sejumlah titik pengungsian korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Ditemui usai rangkaian acara, Emil menjelaskan pengungsi di Desa Kekait menamakan tempatnya 'Kampung Bandung' sebagai bentuk terima kasih. Sebab pertama kali yang memberi bantuan di tempat ini adalah orang Kota Bandung.

"Ternyata pertama yang mendatangi itu relawan Bandung. Di sana relawan banyak, warga senang dan gembira sehingga menamai tempat pengungsian dengan Kampung Bandung," ujar Emil.

Selain mengunjungi beberapa titik pengungsian, Emil mewakili warganet dan warga memberikan bantuan Rp 2 miliar yang terkumpul selama empat hari. Jumlah tersebut Rp 1,5 miliar di antaranya berasal dari donasi online kitabisa.com.

Pengungsi Butuh Makanan Bayi

Pascagempa dahsyat yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu, sejumlah warga terpaksa mengungsi. Warga hingga kini masih enggan pulang karena khawatir rumah mereka roboh.

Salah satu titik pengungsian ada di Dusun Jelateng Timur, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Di tempat ini ratusan kepala keluarga yang berasal dari Jelateng Timur dan Jelateng Tengah harus mengungsi di sebuah lahan kosong.


Penanggung Jawab Dapur Umum Pos 2 di lokasi, M Taufik Ismail mengatakan warga masih membutuhkan sejumlah bantuan. Paling penting, kata dia, adalah kebutuhan asupan bagi bayi dan balita.

"Saat ini yang kurang itu makanan tambahan untuk bayi sama popok," ucap Taufik pada detikcom di lokasi, Kamis (16/8/2018).

Ridwan Kamil Hibur Pengungsi 'Kampung Bandung' di LombokLokasi pengungsian korban gempa di Lombok. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Selain itu warga di pengungsian membutuhkan terpal dan selimut karena cuaca di lokasi kerap diguyur hujan. "Kalau hujan kadang banjir. Jadi kita masih butuh terpal atau bekas spanduk untuk alas tidur dan atap sementara," kata Taufik.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang hari ini mengunjungi beberapa titik pengungsian juga menyebut warga membutuhkan tempat berlindung dari cuaca yang mulai sering hujan.

"Tadi saya sempat berbincang dengan warga dan relawan. Sekarang itu yang warga butuhkan rasa aman dari cuaca seperti terpal dan selimut. Kalau makanan relatif aman," ucap Emil, sapaan Ridwan.



Tonton juga video: 'Instruksi Presiden dari Tenda Pengungsi Gempa Lombok'

[Gambas:Video 20detik]


(tro/bbn)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed