DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 22:08 WIB

Balita Tewas Digigit, Pelaku Lakoni 21 Adegan Rekonstruksi

Rachmadi Rasyad, Dony Indra Ramadhan - detikNews
Balita Tewas Digigit, Pelaku Lakoni 21 Adegan Rekonstruksi Rekonstruksi kasus balita tewas digigit bapak tiri. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Cimahi - AR (29), tersangka penganiayaan anak lelaki usia tiga tahun, memperagakan 21 adegan rekonstruksi. Proses reka ulang berlangsung di dua tempat. Kasus tewasnya balita akibat digigit dan dipukul AR, selaku bapak tirinya, tersebut ditangani Polda Jabar.

Pantauan detikcom, Kamis (16/8/2018), lokasi pertama rekonstruksi berlangsung di kontrakan yang ditinggali korban, Jalan Cempaka, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Di tempat tersebut, AR melakoni 19 adegan.


Sedangkan rekonstruksi kedua di kontrakan yang pernah ditempati korban, Kampung Alpakah, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. AR memperagakan dua adegan.

Jarak tempat rekonstruksi yang pertama dan kedua itu berdekatan. Turut hadir yaitu ibu korban, IJ (29), dan petugas Kejati Jabar. Rekonstruksi digelar tertutup. Para warga setempat hanya menyaksikan dari luar bangunan. Kedatangan pelaku disambut sorakan warga.

"Ada 21 adegan. Keterangan diberikan tersangka tidak semuanya sesuai dengan fakta yang ada di BAP (berita acara pemeriksaan). Jadi ada beberapa hal yang memang keterangan saksi dan tersangka itu berbeda," kata salah satu anggota Tim INAFIS Polda Jabar yang enggan disebutkan namanya.


Soal cerita seluruh adegan yang diperagakan AR, dia menolak menyampaikan. Namun ia mengungkapkan, pelaku mengakui menggigit korban sehingga luka. Adegan penggigitan diperagakan AR di kontrakan yang terletak di Jalan Cempaka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk memberikan gambaran utuh terhadap kasus tersebut. Dasar dari rekonstruksi merupakan BAP.

"Rekonstruksi ditujukan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh dengan dasar BAP saksi-saksi dan tersangka," kata Umar via pesan singkat.

Kasus Anak Tewas Digigit, Pelaku Lakoni 21 Adegan RekonstruksiRekonstruksi kasus balita tewas digigit bapak tiri. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Umar menambahkan hasil berita acara rekonstruksi dapat dijadikan alat bukti tambahan. Alat bukti ini untuk melengkapi alat bukti yang sudah ada.

"Hasil formalnya adalah berita acara rekonstruksi yang bisa menjadi tambahan alat bukti untuk penyidik," kata Umar.

Dino Sihombing, pengacara ayah kandung korban, menyebutkan bahwa pelaku memperagakan adegan menggigit, mencubit dan menendang korban. "Kalau tadi pas direkonstruksi, dia gigit sekali pipi kanan korban. Motifnya karena anaknya yang hiperaktif, tapi memang anak umur tiga tahun memang aktif kan," ujar Dino.


Ia mengungkapkan sejak berusia tiga tahun korban mendapat didikan yang keras dari pelaku. "Jadi kalau enggak mau makan, disuruh squat jump," kata Dino.

Pihak keluarga korban menyebut ada keterangan dan sejumlah adegan rekonstruksi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. "Kurang memuaskan karena dari tersangka sendiri belum terbuka sama kita dan kepolisian. Tadi ada beberapa pertanyaan yang dia sampaikannya terbata-bata, jawabannya masih enggak jelas. Jadi tidak sesuai dengan fakta di lapangan," tutur Dino.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed