DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 15:41 WIB

Balita Perokok di Sukabumi Semringah Dikasih Mobil Mainan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Balita Perokok di Sukabumi Semringah Dikasih Mobil Mainan Balita perokok di Sukabumi sumringah dapat maianan mobil patroli polisi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi - Anggota Polsek Cibadak, Sukabumi mendatangi kediaman RF (2) bocah perokok. Kapolsek Cibadak, Kompol Suhardiman memberikan hadiah berupa mainan mobil patroli polisi kepada RF.

Mendapat hadiah itu, bocah yang sempat membuat geger publik karena kecanduan rokok itu terlihat semringah. Dengan polosnya dia lalu bermain seraya menirukan suara sirene polisi.

"Saya mendapat perintah dari bapak Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi. Beliau menginstruksikan agar kami melihat dan memastikan langsung kondisi dari balita RF ini, sambil nengok kami bawa mainan agar anak ini tidak kaget dengan kedatangan polisi," kata Suhardiman kepada awak media Kamis (16/8/2018).


Suhardiman berbincang dengan Misbahudin (45) dan Maryati (35) kedua orang tua RF. Kepada polisi Misbahudin mengaku awalnya sempat risau dengan kondisi putra bungsunya itu. Namun setelah banyak orang yang mendatangi rumahnya anaknya mulai menghentikan kebiasaan merokok.

"Saya tanya-tanya ke orang tuanya, ternyata benar anak itu kecanduan rokok kuat menghisap sebatang dua batang rokok satu hari dengan segelas kopi susu. Orang tuanya juga kebingungan kalau tidak dipenuhi kemauannya anak itu marah-marah," ungkap dia.

Menurutnya kebiasaan buruk bocah RF harus direhabilitasi karena kepolisian melihat hal ini masuk ke ranah perlindungan anak. Kepolisian mempunyai beban dan tanggung jawab untuk melindungi anak tersebut.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait di antaranya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Saya dapat informasi Pemkab sudah memberikan perhatian, istri bapak bupati juga sudah melakukan kunjungan ke tempat ini," tutur dia.


Ia menilai RF harus diberi kebebasan bergaul dan bermain dengan anak sebaya. Sehingga, RF secara perlahan bisa melupakan dan meninggalkan kebiasaan merokok nantinya.

"Dunia anak adalah dunia bermain, dengan sibuk bermain diharapkan dia bisa melupakan dengan kebiasaannya merokok. Kami juga memberikan tekanan kepada lingkungan sekitar agar tidak sembarangan merokok apalagi di depan anak-anak. Kita beri pengetahuan juga bahaya merokok tidak hanya kepada penghisapnya tapi juga orang di sekitarnya," ujar Suhardiman.
(sya/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed