Musim Kemarau, Air Sungai Citarum Hitam Pekat dan Bau Busuk

Wisma Putra - detikNews
Senin, 13 Agu 2018 10:58 WIB
Air Sungai Citarum nampak hitam. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Aliran Sungai Citarum berubah warna menjadi hitam pekat di musim kemarau. Air sungai tersebut mengeluarkan bau busuk sehingga dikeluhkan masyarakat.

Pantauan detikcom, Senin (13/8/2018), di aliran Sungai Citarum yang berada di Kecamatan Kutawaringin, pada musim kemarau debit air menyusut dan berubah menjadi hitam, berbuih, berminyak dan dipenuhi sampah. Bau busuk tercium saat melintas di atas Jembatan Citarum yang berada di Jalan Raya Kutawaringin-Soreang.

"Kalau musim kemarau airnya menjadi bau busuk dan menghitam. Itu dikarenakan limbah pabrik yang dibuang langsung ke aliran sungai," kata Identitas (45) warga Kutawaringin saat ditemui di dekat jembatan.


Uden mengungkapkan, sejumlah pabrik yang berdiri di aliran Sungai Citarum, kerap mengeluarkan limbahnya ke aliran sungai sehingga membuat airnya tercemar.

"Ini sudah terjadi sejak lama. Setiap musim kemarau suka seperti ini," ujarnya.

Musim Kemarau, Air Sungai Citarum Hitam Pekat dan Bau Busuk Bau busuk tercium saat melintas di atas Jembatan Citarum yang berada di Jalan Raya Kutawaringin-Soreang. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Uden menambahkan, selain limbah pabrik, tak jarang sejumlah warga yang tak bertanggung jawab membuang sampah rumah tangganya ke aliran sungai meski sudah ada papan imbauan untuk tidak membuang sampah ke sungai.

"Sampah rumah tangga juga banyak. Lihat saja itu ada yang menyangkut di kabel yang membentang di atas aliran sungai. Biasanya yang membuang sampah ke sungai warga yang menggunakan sepeda motor dan langsung melemparkan sampahnya ke sungai," ucapnya.


Karena aliran Sungai Citarum berubah warna dan menyusut, airnya pun tidak dapat digunakan untuk mengairi pertanian.

"Jangankan digunakan warga, buat pertanahan juga enggak bisa kalau kondisi airnya seperti ini," ujar Uden.

Musim Kemarau, Air Sungai Citarum Hitam Pekat dan Bau Busuk Air sungai tersebut mengeluarkan bau busuk sehingga dikeluhkan masyarakat. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Warga lainnya, Ujang (45) mengatakan, akibat perubahan warna sungai tersebut dan mengeluarkan bau busuk, banyak lalat hinggap ke pemukiman warga.

"Banyak lalat, bau air nya tercium sampai ke pemukiman. Tidak nyaman, ya tapi gimana lagi," kata Ujang.

Selain di lokasi tersebut, warna hitam pekat dan bau juga terjadi di aliran Citarum yang berada di wilayah Rancamayar Balendah dan Dayeuhkolot. (bbn/bbn)