Sehari-harinya, ia berkeliling dari satu fakultas ke fakultas lainnya menggunakan mobil sedan berwarna hitam miliknya yang bagian bagasinya disulap jadi perpustakaan.
"Mobil literasi ini jadi sebuah gerakan yang saya buat. Untuk meningkatkan gairah membaca itu kan kita harus membuat sesuatu yang berbeda," katanya saat ditemui di Kampus Unjani, Jalan Terusan Jenderal Sudirman, Kota Cimahi, Minggu (12/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konsep mobil literasi ini sudah dibuat sejak dua tahun yang lalu. Ini menjadi upaya kekinian untuk menikmati literasi yang ada," tutur Dosen Program Studi ilmu Pemerintahan ini.
Saat ini, terdapat 85 judul buku di dalam bagasi mobilnya yang meliputi bidang ilmu politik, pemerintahan, sastra, hingga memasak. Ia merasa, buku-buku yang tersedia telah memenuhi kebutuhan pelajarnya.
"Sekarang ada 85 judul buku ini. Buku-bukunya bidang keilmuan yang saya geluti, yakni politik, pemerintahan, di samping itu ada beberapa judul bulu yang berbicara mengenai motivasi, novel dan beberapa karya fiksi pun ada. Bahkan, cara memasak juga ada. Rasanya semua jenis buku terwakili," ungkap dia.
Selain membuka lapak buku di dalam mobil, ia kerap memberikan materi di luar kelas bagi para pelajar yang sedang mengerjakan skripsi sehingga proses belajar-mengajar pun menjadi lebih menyenangkan.
"Proses pembelajaran di luar kelas biasanya saya buka untuk pelajar yang sedang bimbingan. Karena di tingkatan akhir mereka membutuhkan suasana baru juga selain di luar kelas," tutur dia
Puluhan buku berjejer rapi di bagasi mobil (Foto: Rachmadi Rasyad) |
"Literasi ini meningkatkan minat dan kemauan juga ke depannya saya akan membuka beberapa pos ke mana saya pergi untuk literasi. Unit mobil Insya Allah akan ditambah juga akan akan lebih besar," jelas dia.
Sementara itu, Delia rosmawati (22), Pelajar Program Studi Ilmu Pemerintahan mengatakan keberadaan Mobil Literasi merupakan gebrakan yang bagus karena membuat pelajar lebih mudah untuk mengakses ilmu.
"Kalau menurut saya itu bagus, ya. Jadi kita bisa gampang cari buku apa saja tanpa kita harus ke perpustakaan atau beli buku. Semuanya lengkap ada di sana. Buku-bukunya pun sudah memenuhi kebutuhan," ujar Delia.
Sejalan dengan pendapat itu, Tiara Novianti (21), mengatakan kegiatan belajar di luar kelas yang dilakukan oleh Lukman pun begitu bermanfaat sebab bisa menghilangkan rasa bosan.
"Karena mahasiswa itu identik dengan belajar di kelas. Tapi dengan kita belajar di luar itu membuka pandangan kita juga bahwa belajar itu bukan sesuatu yang membosankan tapi menyenangkan," kata Pelajar Program Studi Ilmu Pemerintahan ini. (mud/mud)












































Puluhan buku berjejer rapi di bagasi mobil (Foto: Rachmadi Rasyad)