Uu menggelar inspeksi mendadak terhadap lapak pedagang di Jalan Panayagan, Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (9/8/2018). Ia mendapati seluruh sapi yang dijual pedagang belum diperiksa kesehatannya oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. Padahal, lokasi jualan tak jauh dari kantor Pemkab Tasikmalaya di Komplek Perkantoran Bojongkoneng.
"Pedagang sapi tidak bandel, kami pemerintah daerah yang lambat periksa kesehatan sapi. Kami mohon maaf akan segera diperiksa" ujar Uu di lapak pedagang sapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Uu mengaku bangga dengan kondisi sapi hasil peternak warga Kabupaten Tasikmalaya. Pasalnya dari beberapa tempat yang ditemui saat sidak hewan ternak, hampir 80 persen merupakan sapi lokal.
"Saya sebagai kepala daerah tentu bangga karena sapi hasil ternak warga Kabupaten Tasikmalaya bisa bersaing dengan produk sapi luar," ujar Uu
Pedagang mengaku kecewa karena Pemkab Tasikmalaya lambat memeriksa hewan ternak nya. Meski dilarang menjual, mereka akan tetap menjualnya karena sapi dijamin sehat dan bersertifikat.
"Kami akan jual tetap, kalau sakit akan kami ganti nanti sapinya" ungkap pedagang sapi kurban Uwas Rusmana. (mud/mud)











































