DetikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 17:47 WIB

Sesar Lembang, Bahaya yang Mengintai Keindahan Kota Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Sesar Lembang, Bahaya yang Mengintai Keindahan Kota Bandung Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Gempa di beberapa daerah di Indonesia menjadi warning bagi warga Bandung. Keindahan alam yang dimiliki oleh Bandung dan sekitarnya memang tak perlu dipertanyakan lagi. Tapi di balik keindahan tersebut terdapat sebuah misteri bernama Sesar Lembang yang bisa kapan saja bergeser dan menyebabkan gempa dahsyat.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Senior LIPI Danny Hilman di acara Bincang-bincang Sesar Lembang yang digelar di Ruang Pertemuan Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (8/8/2018).

"Jika melihat peta (dampak), gempa goncangan hingga ke Kota Bandung itu setara 8-9 MMI (Modifed Mercalli Intensity) atau bahkan lebih. Itu setara dengan gempa Lombok," ujarnya.

Jika dilihat dari kondisi Kota Bandung yang sudah padat penduduk akan sangat berbahaya jika Sesar Lembang yang membentang sekitar 30 KM dari mulai Gunung Manglayang-Tebing Keraton-Gunung Batu terjadi pergerakan. Terlebih Kota Bandung berada sekitar 5-15 KM dari Sesar Lembang.

Tidak hanya itu, kondisi Kota Bandung yang berupa cekungan endapan dari danau purba akan semakin memperparah dampak yang ditimbulkan karena bersifat lunak.

"Kalau bicara kapan, paling cepat itu Sesar Lembang bergerak 500 tahun sekali. Yang jadi pertanyaan kapan 500 tahun itu kita belum tahu. Sehingga kewaspadaan tetap harus ada," ucapnya.

Secara teori, gempa sangat mungkin menyebabkan aktivitas gunung berapi di sekitarnya akan meningkat. Sehingga jika Sesar Lembang bergeser dan menyebabkan gempa bukan tidak mungkin aktivitas gunung berapi seperti Gunung Tangkubanparahu bisa ikut meningkat.

Sejauh ini, kata Danny, masih banyak warga yang tidak paham akan dampak besar Sesar Lembang. Bahkan sosialisasi mitigasi bencana terkait hal itu dirasa masih kurang.

"Kita lihat masih banyak bangunan yang dibangun di jalur Sesar Lembang. Seharusnya semua pihak bersama memberikan edukasi dan membuat peta Sesar Lembang ini dengan skala besar," katanya.

Danny mengatakan keberadaan sesar di luar negeri seperti Jepang dan New Zeland bukan sesuatu yang menakutkan. "Justru yang menakutkan itu karena kita tidak tahu. Maka seharusnya warga lebih mengetahui apa dan di mana jalur Sesar Lembang itu. Kalau perlu di setiap jalur (sesar) diberi plang pengumuman," ujarnya.

Menurut Danny, setelah semua informasi dan edukasi mengenai sesar telah diterima warga maka pemerintah harus melindunginnya dengan peraturan. Peraturan tersebut dibuat semata-mata untuk melindungi warganya dari dampak yang akan ditimbulkan.

"Paling tidak orang bisa tahu garis utama sesar itu di mana agar tidak ada yang membangun di situ," ujar Danny.
(tro/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed