Walhi: Hutan Konservasi di Jabar Terancam

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 06 Agu 2018 17:40 WIB
Pengunjung berfoto di kawasan wisata Gunung Papandayan Garut. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Sukabumi - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar mengecam lokasi wisata alam jembatan gantung dan sarana prasana wisata di hutan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Walhi menilai keberadaan hutan konservasi di Jabar saat ini dalam status terancam.

Catatan Walhi, beberapa wilayah hutan konservasi di Jabar semakin menyusut seiring tumbuhnya bisnis wisata alam yang menurut mereka sebenarnya tidak berbasis alam. "Bukan soal nge-hit, ekowisata ini sebenarnya menipu karena hampir di seluruh hutan konservasi di Jabar mulai dari Gunung Ciremai terancam, Gunung Papandayan juga semakin terancam, TNGGP, Gunung Salak. Keberadaan wisata alam ini malah mengganggu ekosistem dan habitat hutan konservasi," kata Direktur Walhi Jabar Dadan Ramdan kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (6/8/2018).


Walhi kembali mencontohkan pembangunan jembatan gantung di Situgunung yang berada di kawasan TNGGP. Lokasi tersebut kemudian populer dengan gelar jembatan gantung terpanjang.

"Membangun jembatan gantung terpanjang mengganggu atau memberi tekanan kepada ekosistem hutan konservasi. Banyaknya orang yang datang, belum lagi soal sampah nanti. Ini sampah sudah di gunung-gunung akibat pembangunan hutan wisata yang tidak terencana, tidak terpola secara menyeluruh. Sampah dari kota banyak di gunung-gunung, belum lagi pohon yang ditebang dengan alasan untuk pembangunan sarana-sarana wisata," tutur Dadan.

Dadan menegaskan pembangunan wisata hutan menurutnya sah-sah saja selama memenuhi regulasi UU Kehutanan, UU Konservasi Sumber Daya Alam serta memperhatikan ekosistem dan hayati.

"Ada intervensi terkait dengan pembangunan wisata alam tapi di zona pemanfaatan dan tidak dilakukan secara masif. Terkait kebijakan penurunan beberapa status kawasan hutan, ini kita sangat menolak," katanya.

"Cotohnya yang tadinya cagar alam jadi taman wisata alam, itu ada di Papandayan, ada penurunan status. Kemungkinan di Gunung Ciremai ada penurunan status, dari cagar alam ke taman wisata alam," ujar Dadan menambahkan .

(sya/bbn)