Selamatkan Citarum, Menko Luhut Bahas Relokasi Pabrik

Mochamad Solehudin - detikNews
Rabu, 01 Agu 2018 14:15 WIB
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mempertimbangkan untuk merelokasi industri yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Langkah ini sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut.

Hal itu, dia sampaikan dalam pertemuan dengan para pelaku industri, di Hotel Hilton, Kota Bandung, Rabu (1/8/2018). Acara tersebut dihadiri juga oleh Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Pangdam III Siliwangi Mayjen Besar Harto Karyawan dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Luhut mengungkapkan pencemaran limbah industri di Sungai Citarum sudah sangat memprihatinkan. Kondisinya sudah mengancam kesehatan 30 juta warga Jabar yang hidup di sekitar aliran sungai tersebut.

Bahkan menurut penelitian IPB, kata Luhut, ikan yang hidup di aliran Sungai Citarum sudah tercemar dan bisa menyebabkan penyakit stanting atau kuntet kepada anak-anak.

"Hasil penelitian IPB (Institut Pertanian Bogor), hampir semua ikan di Sungai Citarum sudah tidak layak dimakan akibat (tercemar) limbah. Orang yang makan ikan (tersebut) dan perempuan (hamil) hampir pasti (bayinya) kuntet. Apakah anda mau menjadi penyumbang kuntet?Saya tanya hati nurani masing-masing," ujarnya.



Dia meminta tanggung jawa moral dari para pelaku industri yang mengais rejeki di sekitar DAS Citarum. Terutama demi menyelamatkan generasi muda sebagai penerus masa depan bangsa.

"Ini ada 30 juta labih penduduk yang tinggal di situ, ini hampir 90 persen penduduk Sunda. Generasinya bisa kuntet," ucapnya.

Maka dari itu, perlu upaya serius untuk menangani masalah di Sungai Citarum. Salah satu wacana yang akan dilakukan adalah merelokasi industri. Dengan cara tersebut dinilai bisa mengembalikan kelestarian Sungai Citarum dan menyelamatkan masyarakat dari penyakit kuntet.

"Sekarang kita mempertimbangkan juga relokasi industri ke tempat yang lebih aman membuang limbahnya. Nanti kita lihat (untuk menentukan lokasinya)," ucap Luhut.

Selain melakukan relokasi, dia juga meminta agar para pelaku industri membangun instalasi pengolahan limbah (IPAL) komunal. Sehingga limbah yang dibuang ke Sungai Citarum bisa lebih terkontrol.

"Untuk biaya pembangunan IPAL komunal ini (dananya) dari pabrik-pabrik, masuk (dalam) cost mereka," katanya.

Di lokasi yang sama, Ketua Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Apindo Sanny Iskandar menyatakan siap membantu pemerintah untuk menyelamatkan Sungai Citarum. Piahknya juga mendukung rencana relokasi tersebut.

"Kami dari himpunan siap bantu, untuk menyediakan lahan kawasan industri. Mungkin sebagian besar industri tekstil lahannya tidak perlu di Karawang atau Bekasi karen mahal," ucapnya.

Dia juga menilai rencana relokasi bisa berdampak positif dalam upaya penyelamatan Sungai Citarum. Pasalnya, kata dia, sistem pembuangan limbah bisa lebih tertata dan diawasi dengan baik karena hanya dibuang melalui satu saluran.

"Contoh di satu kawasan ada 400 persuahaan. Kemudian pembuangan limbahnya melalui saluran tertutup di sentral IPAL. Buangan airnya tidak ke permukaan sungai," ujarnya.


(mso/ern)