6 ATM Beras Warga Miskin Tersebar di Kota Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 31 Jul 2018 15:02 WIB
Pemkot Bandung luncurkan ATM beras bagi warga miskin (Foto: Tri Ispranoto)
Bandung - Pemkot Bandung kini memiliki enam ATM beras yang akan disebar di lima masjid dan satu gereja. ATM tersebut nantinya bisa mendistribusikan beras bagi warga kurang mampu di Kota Bandung.

Penyerahan enam ATM tersebut dilakukan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berbarengan dengan Hari Krida Pertanian 2018 di Lapangan Urugan, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Selasa (31/7/2018).

"Kita sekarang ada inovasi ATM beras. Biasanya duit yang keluar, sekarang dipencet jadi (keluar) beas (beras)," ujar pria yang akrab disapa Emil itu saat memberi sambutan.

Emil mengatakan keberadaan ATM tersebut akan memangkas waktu distribusi bagi warga miskin yang berhak menerima bantuan. Selain itu ATM juga bisa meminimalisir terjadinya kecurangan.

Menurut Emil, banyak laporan masuk mengenai penyaluran bantuan beras warga miskin yang salah sasaran. "Puntennya, kadang ada dulurna Pak RT emasna reuceum tapi meunang beas raskin. Hidup mah harus jujur, warganya juga pemerintahnya," ungkap dia.

Warga miskin dapat jatah beras 10 kilogram per bulan (Foto: Tri Ispranoto)
Sehingga, kata Emil, salah satu alasan ATM tersebut disimpan di rumah ibadah agar melatih kejujuran warga. Diharapkan warga yang akan berbuat curang bisa berpikir kembali untuk melakukannya.

"Saya titip ke Ketua DKM kalau bisa yang mau ambil suruh salat heula (dulu), ngaji heula (dulu). Lama-lama kan jadi jemaah masjid," tutur dia.
Selain itu warga yang mengambil beras bisa mendapatkan keuntungan ganda yakni mendapat rekomendasi pinjaman Kredit Masjid Sejahtera (Mesra) dengan nilai maksimal Rp 30 juta.

"Pulang dari masjid warga bisa bawa beras dan dapat uang. Setelahnya buka usaha, jadi malu buat ambil beras lagi. Sehingga warga miskin menjadi mampu," katanya.

Ia menjelaskan setiap warga miskin yang telah memiliki akses bisa mengambil beras 10 kilogram per satu bulan menggunakan kartu ATM yang dibagikan secara khusus.

Untuk tahap pertama pihaknya menyiapkan enam mesin ATM yang lima di antaranya di masjid dan satu di gereja. Diharapkan mesin ATM tersebut dalam waktu dekat minimal ada di 151 masjid kelurahan di Kota Bandung.

"Penganggarannya dari APBD. Satu unitnya Rp 33 juta. Jadi butuh sekitar Rp 5 miliar untuk seluruh kelurahan punya fasilitas seperti ini," ujar Emil.

Di tempat yang sama, Kadis Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah sejauh ini mesin ATM tersebut bisa melayani 450 KK. Mereka setiap bulannya bisa mengambil beras premium sebanyak 10 kg yang harganya Rp 12 ribu per kilogram secara gratis.

"Ini (beras) cadangan pangan dari Pemkot Bandung. Tidak menutup kemungkinan kita menunggu donatur dari masing-masing masjid," ujar Elly.

Untuk menggunakan ATM beras tersebut warga yang telah mendapatkan kartu khusus tinggal menempelkannya pada kotak sensor yang ada. Setelahnya beras akan keluar secara otomatis dari mesin tersebut sebanyak 2,5 kilogram Sehingga dalam satu bulan warga bisa mengambil sebanyak empat kali dengan total 10 kilogram. (tro/mud)