detikNews
Jumat 27 Juli 2018, 17:20 WIB

Diajak Keliling Sel Tahanan, Cara Polisi di Sukabumi Ajari Pelajar

Syahdan Alamsyah - detikNews
Diajak Keliling Sel Tahanan, Cara Polisi di Sukabumi Ajari Pelajar Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Puluhan siswa baru dari beberapa SMK terlihat antusias memasuki setiap ruangan di Polsek Gunung Puyuh, Resor Sukabumi Kota. Di bagian ruang tahanan, mereka tertegun melihat beberapa tersangka dengan berbagai kasus duduk di selasar dalam sel.

Kapolsek Gunungpuyuh AKP Kosasih menjelaskan kunjungan pelajar tersebut merupakan salah satu cara polisi untuk menekan budaya tawuran dan kenakalan yang selama ini kerap dilakukan para pelajar di Kota Sukabumi.

"Kami melepas ego dan gengsi para pelajar berbeda sekolah ini dengan cara seperti ini, mereka kita pertemukan kemudian kita minta diskusi bersama tentang hal positif seputar bahaya narkoba lalu pasal-pasal hukum pidana yang bisa menjerat mereka meskipun masih berusia dibawah umur," kata Kosasih kepada detikcom, Jumat (27/7/2018).

Menurut Kosasih, aksi tawuran biasanya merupakan budaya warisan dari senior mereka atau kakak kelas yang menularkan anggapan tawuran sebagai bentuk pembuktian diri bahwa sekolah mereka lebih keren dibanding sekolah lainnya.

"Nah anggapan atau budaya itu kita patahkan dari sekarang, mereka ini masih berstatus siswa baru. Kita perlihatkan, kita beri masukan konsekwensi yang akan dilakukan kepolisian ketika mereka melanggar hukum, kelak ini akan berlanjut ke adik-adik kelas mereka ketika mereka duduk di tingkatan yang lebih tinggi," jelasnya.

Diajak Keliling Sel Tahanan, Cara Polisi di Sukabumi Ajari PelajarFoto: Syahdan Alamsyah


Rizal (16) seorang pelajar dari salah satu SMK mengaku senang bisa mengetahui ruang bagian dalam kantor polisi termasuk ruang tahanan.

"Saya tadi lihat ruang tahanan, kemudian di beri tahu juga oleh polisi apa aturan kalau membawa senjata tajam, minum obat terlarang dan banyak lagi. Dengan bekal pengetahuan seperti ini, saya bisa lebih menjaga diri karena takut terjerat aturan-aturan hukum," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo menjelaskan banyak cara untuk menekan budaya warisan tawuran pelajar.

"Banyak cara sebenarnya, selain kunjungan pelajar ke kantor polisi kami juga menyiapkan kakak pendamping. Kakak pendamping ini dari kepolisian, berperan untuk mengawasi 'adiknya' mulai dari masuk sekolah sampai pulang. Murid yang punya kakak pendamping ini yang kategori nakal, tidak disiplin dan orang tuanya pun sudah tidak sanggup menegakan aturan," jelasnya.

"Jiwa mereka masih muda, masih mencari identitas dan pembuktian diri. Ketika bertemu senior mereka yang biasa tawuran, kemudian diarahkan ya akhirnya terbawa-bawa. Nah untuk menjalankan konsep kami, tentu kami tidak bisa sendiri harus ada pendampingan dan dukungan juga dari keluarga termasuk pihak sekolah dan Dinas Pendidikan," tandasnya.

Diajak Keliling Sel Tahanan, Cara Polisi di Sukabumi Ajari PelajarFoto: Syahdan Alamsyah



(sya/err)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com