DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 21:37 WIB

Bayi Terbungkus Kantong Dibuang Ibu Muda di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Bayi Terbungkus Kantong Dibuang Ibu Muda di Sukabumi Bayi lelaki yang dibuang ibu kandungnya di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Ibu muda inisial S di Sukabumi ditangkap polisi lantaran nekat membuang bayinya. Pelaku yang masih berusia 18 tahun ini malu lantaran melahirkan anak hasil hubungan gelap dengan seorang pria. Bayi lelaki itu sehat dan mendapat perawatan rumah sakit.

Penemuan kantong plastik bedcover berisi bayi yang menggegerkan pedagang di Jalan Pasar Pasar Ciwangi, Gang Harapan, Kelurahan Nyompolong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, itu berlangsung Minggu (22/7), sekitar pukul 04.00 WIB. Sejumlah saksi mata menyerahkan bayi tersebut ke anggota Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sukabumi Kota.

Setelah itu, polisi membawa bayi malang itu ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. "Bayi baru lahir itu diletakkan di atas meja pedagang kupat," kata Kapolres Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo didampingi Kasubag Humas AKP Ana Ratna Dewi, Senin (23/7/2018).

Tidak perlu waktu lama bagi aparat mengungkap kasus ini. Polisi berhasil menangkap sang ibu. "Pelaku bekerja sebagai karyawati di salah satu toko di Kota Sukabumi. Peristiwa ini terungkap setelah sejumlah saksi membeberkan kecurigaan terhadap pelaku yang memang sebelum-sebelumnya dicurigai tengah mengandung," tutur Susatyo.

Menambahkan keterangan, AKP Ana menyebut kondisi bayi saat ini sudah pulih usai menjalani perawatan intensif di RSUD R Syamsudin SH. "Kondisi bayi sudah membaik, saya apresiasi warga yang segera mengambil keputusan untuk melaporkan kejadian ini hingga anggota dapat membawa bayi ke rumah sakit," ujar Ana.

"Ibu yang membuang bayi itu saat ini masih kami mintai keterangan, informasi sementara dia mengaku malu melahirkan hasil hubungan gelap," ucap Ana.

Polisi saat ini masih memintai keterangan S. Selain itu, sejumlah anggota polwan terus memantau perkembangan kesehatan bayi. "Ada anggota Polwan yang berjaga bergantian. Kita juga menyiapkan apa-apa saja yang diperlukan untuk mendukung pemulihan bayi itu," kata Ana.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed