Akhir Juli Ini Harga Telur-Daging di Bandung Diprediksi Normal

Akhir Juli Ini Harga Telur-Daging di Bandung Diprediksi Normal

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 23 Jul 2018 14:11 WIB
Akhir Juli Ini Harga Telur-Daging di Bandung Diprediksi Normal
Penjual telur ayam. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bandung - Usai Lebaran 2018 harga telur dan daging ayam di Kota Bandung tidak kunjung normal. Bahkan belakangan harga ayam tembus mencapai Rp 42 ribu per kilo dan telur Rp 30 ribu per kilo.

Kadis Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan oleh stok dari produsen berkurang. Bahkan beberapa kali terjadi gagal panen.

"Alhamdullilah berdasarkan informasi dari produsen telur dan ayam di Priangan Timur bahwa akhir Juli ini mereka akan panen, maka pasokan akan kembali normal," kata Elly di kantornya, Senin (23/7/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau sesuai rencana, menurut dia, maka bukan tidak mungkin harga telur dan daging ayam akan kembali normal yaitu di bawah Rp 30 ribu per kilo dan telur di bawah Rp 20 ribu per kilo.

"Insyaallah, mudah-mudahan akhir Juli harga telur dan daging ayam akan normal. Diharapkan inflasi juga turun," katanya.

Di tempat yang sama Analis Senior Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar Achmad Subarkah mengatakan dari hasil pemantauan pasca lebaran telur dan daging ayam cenderung mengalami kenaikan di Jabar.

Menurutnya berdasarkan pemantauan kedua komoditas tersebut terpantau naik sejak bulan Juni. Fenomena itu, kata Subarkah, berbeda dengan lima tahun terakhir yang biasanya harga akan normal setelah Lebaran.

"Ada beberapa faktor anomali yang menyebabkan hal itu. Pertama bisa karena cuaca ekstrim yang mempengaruhi produktifitas, kedua pembatasan pembibitan," ucapnya.

Subarkah menjelaskan inflasi akibat dua komoditas tersebut selama lima tahun terakhir menyumbang masing-masing 0,064 persen (yoy) dan 0,066 persen (yoy) dengan bobot sebesar 1,38 persen (daging ayam ras) dan 0,77 persen (telur ayam ras) dari sekitar 800 komoditas.

"Artinya andil inflasi dari bobot kedua komoditas tersebut cukup tinggi dan berdampak cukup signifikan terhadap daya beli masyarakat," tutur Subarkah.

Terkait inflasi, Pemkot Bandung bersama Bank Indonesia dan Bulog melakukan langkah strategis berupa bazar murah. Untuk hari ini bazar digelar di halaman Kantor Dispangtan Kota Bandung dan Selasa besok di Kantor Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads