Tahanan Tewas di Sel Polres Subang, Kriminolog: Polisi Tanggung Jawab

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 20 Jul 2018 13:15 WIB
Foto: Istimewa
Bandung - Ade Diding seorang tahanan kasus penggelapan di Polres Subang tewas diduga dianiaya sesama tahanan. Kematian Ade terkuak usai sepucuk surat dari anak ke Presiden Jokowi. Lalu siapa bertanggung jawab atas kematian Ade?

Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad) Yesmil Anwar menilai polisi dalam kasus ini bertanggung jawab atas kematian Ade Diding. Sebab dia melihat seharusnya polisi dapat mengantisipasi terjadinya keributan sesama tahanan.

"Kalau dianiaya sesama tahanan artinya polisi tetap bertanggung jawab walaupun tersangka yang melakukan," ucap Yesmil kepada detikcom via sambungan telepon, Jumat (20/7/2018).


Di samping itu, Yesmil juga menilai kasus tersebut perlu diusut hingga ke akar-akarnya. Termasuk motif dari dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tahanan. Menurutnya, polisi harus bekerja maksimal untuk mengungkap motif dugaan penganiayaan tersebut.

"Penting juga digaris bawahi mengapa terjadi proses penganiayaan apakah berkaitan perkara atau hal-hal yang berkaitan dengan perbuatannya," kata Yesmil.

Polres Subang sudah menetapkan 14 orang tersangka atas kasus tersebut. 13 orang merupakan tersangka diduga penganiaya sementara satu orang diduga melakukan pemerasan.

Meski begitu, polisi belum bisa mengungkap motif di balik dugaan penganiayaan tersebut. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko belum bisa menyimpulkan penyebab Ade diduga dianiaya tahanan lain.

"Motifnya belum, masih dalam pemeriksaan terlebih dahulu," ujar Truno saat dihubungi, Kamis (19/7/2018).

Disinggung apakah ada tindak pemerasan terhadap Ade, Truno juga belum bisa menyimpulkan. Namun yang pasti, dia menegaskan tak ada pemerasan yang dilakukan oleh anggota polri.

"Pemerasan oleh anggota sudah diyakinkan tidak ada. Cuma budaya mereka dalam artian memang perlu diawasi," katanya. (dir/ern)