DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 11:56 WIB

Ini Penyebab Kenaikan Harga Daging dan Telur Ayam di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Ini Penyebab Kenaikan Harga Daging dan Telur Ayam di Garut (Foto: Sugeng Harianto)
Garut - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Garut menyebut kenaikan harga daging dan telur ayam di pasaran terjadi karena terbatasnya pasokan dari distributor. Peternak kesulitan menyiapkan indukan ayam pedaging dan Day Old Chick (DOC) pasca lebaran.

"Masa pemeliharaan ayam pedaging ini kan 35 hari dan saat ini kondisi peternak ayamnya belum bisa panen karena terbatasnya DOC tadi," ujar Kadis Peternakan dan Perikanan Garut Indriana Sumarto kepada wartawan di kantornya, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Kamis (19/07/2018).

Foto: Hakim Ghani
Naiknya harga daging ayam berimbas terhadap peternak petelur. Sebab, sambung dia, sebagian peternak terpaksa memotong hewan ternaknya karena tingginya permintaan daging ayam di pasaran.

Indri memastikan kenaikan harga daging dan telur bukan akibat wabah yang menyerang ayam ternak."Untuk Garut kematian hewan ternak ayam tidak ada faktor yang sifatnya akibat wabah penyakit," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, pasca lebaran 2018 harga daging dan telur ayam di Garut terus merangkak naik.

Di Pasar Guntur Ciawitali, yang merupakan pasar induk di Garut, harga daging ayam berada di angka Rp 40 ribu per kilogram. Naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 30 ribu - 32 ribu per kilogram.

Sementara harga telur ayam saat ini berada di kisaran Rp 28 ribu - 29 ribu per kilogram. Sebelumnya, telur ayam dibanderol dengan harga Rp 22 ribu - 23 ribu per kilogramnya.
(mud/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed