DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 17:11 WIB

2 Ribu Surat Suara Hilang, Massa akan Laporkan KPU Cirebon ke Polisi

Sudirman Wamad - detikNews
2 Ribu Surat Suara Hilang, Massa akan Laporkan KPU Cirebon ke Polisi Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Massa yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli pemilu bersih (MPPB) kembali berdemonstrasi di depan kantor KPU Kabupaten Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika Cirebon, Jawa Barat.

Demonstrasi berlangsung kondusif. Sebanyak 20 orang perwakilan dari pendemo beraudiensi dengan pihak KPU Kabupaten Cirebon. Namun tak ada titik temu dalam audiensi itu. Pendemo berencana meminta audiensi kembali dengan KPU.

Dalam audiensi itu, salah seorang perwakilan dari pendemo Hamzah Hariri menanyakan tentang kronologis hilangnya 2.467 surat suara Pilbup Cirebon untuk Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon. Pihak KPU Kabupaten Cirebon menjelaskan hilangnya surat suara dikarenakan adanya human error. Surat suara tersebut ikut terbakar saat pemusnahan surat suara yang lebih dan rusak pada Selasa (26/6/2018) lalu.

Hamzah mengaku curiga dengan adanya kejadian itu. Pihaknya berencana melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. "Iya memang betul kami ingin melaporkan soal surat suara yang hilang itu. Rencananya besok mau lapor ke polisi," kata Hamzah kepada awak media usai audiensi di kantor KPU Kabupaten Cirebon, Rabu (18/7/2018).

Hamzah menjelaskan pihaknya perlu kepastian hukum tentang adanya human error tersebut. Padahal, sambung Hamzah, pemusnahan surat suara yang rusak dan lebih itu memiliki SOP.

"Katanya mereka sudah gunakan SOP, tentu aturannya sudah jelas tentang distribusinya dan pelaksanaannya. Kita ingin tahu dalangnya siapa, makanya kita laporkan," ucap Hamzah.

Di tempat yang sama, juru bicara MPPB Ronal Hidayat mengaku belum puas dengan apa yang disampaikan KPU dalam audiensi. Pasalnya, lanjut dia, KPU tak bersedia menjawab pertanyaan tentang total surat suara yang telah dipakai, rusak, lebih, sisa, dan surat suara yang sah.

"Katanya harus sesuai aturan, pertanyaan itu bisa diajukan dengan berkirim surat. Kalau begitu, apa gunanya audiensi? Kami menduga ada yang disembunyikan," ucap Ronal.

Ronal menambahkan inti dari audiensi tersebut tentang pelaksanaan penyelanggaraan pemilu yang dinilai banyak kejanggalan. "Besok kita ajukan audiensi kembali," tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Kabupaten Cirebon Saefuddin Jazuli mengaku siap akan mengikuti aturan yang ada terkait pelaporan demonstran ke pihak berwajib tentang kasus hilangnya ribuan surat suara.

"Itu hak mereka sebagai warga negara untuk menempuh jalur hukum. Kami siap untuk mengikuti aturan yang ada," katanya.

Saefuddin juga mengatakan pihaknya telah menjelaskan secara gamblang tentang kronologis hilangnya surat suara tersebut. Namun, sambung dia, terkait pertanyaan tentang total surat suara dan penyelanggaraan harus disampaikan sesuai prosedur dengan pengiriman surat, karena menyangkut dokumen negara.

"Soal data itu butuh proses, tidak mungkin langsung dijawab diwaktu itu juga. Kalau mereka bersurat, ya kami siapkan. Kita juga baru tahu tadi materinya, ini kan menyangkut dokumen negara," ucapnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed