DetikNews
Rabu 11 Juli 2018, 17:35 WIB

Siapa Pembuat Selebaran Pesta Seks di Bandung?

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Siapa Pembuat Selebaran Pesta Seks di Bandung? Selebaran pesta seks di media sosial. (Foto: Humas Polrestabes Bandung)
Bandung - Pembuat selebaran pesta seks di Bandung masih misterius. Polisi tengah mengusut persoalan tersebut. Penyelidikan polisi memastikan pengumuman acara pesta seks yang beredar via media sosial (medsos) itu hoax.

Selebaran tersebut tersebar sejak pagi tadi, Rabu (11/7/2018). Dalam selebaran disebutkan acara pesta seks akan dilakukan Sabtu 14 Juli 2018 di Jalan Gardujati No.14, Kota Bandung, Jabar.


Namun belakangan diketahui, alamat tersebut ialah sebuah rumah dan toko roti. Pemilik rumah, Margareta Rosita (57), membantah adanya acara dan melaporkan pembuat selebaran ke Polsek Andir.

"Sudah membuat laporan, pastinya akan kita usut," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Selebaran acara tersebut tersebar melalui aplikasi perpesanan WhatsApp sejak pagi tadi. Selebaran berlatar warna cokelat itu berisikan ajakan untuk bergabung 'pesta sex'. 'let's go join Brother' tertulis di selebaran tersebut.

Ada gambar tak senonoh berupa alat kelamin pria dalam selebaran. Selain itu, terdapat tulisan melingkar dengan kalimat bahasa Sunda.

Dalam selebaran, tertulis waktu kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu 14 Juli 2018. Waktu diselenggarakan pukul 22.00 WIB hingga selesai. Tempatnya di Jalan Gardujati No.14, Kota Bandung.

Pembuat selebaran menyertakan harga Rp 350 ribu dengan bonus tisu magic dan kondom. Selain itu, tertera gambar botol minuman keras di sisi kiri, serta sebuah logo bertuliskan 'Ocklay Production' di sudut atas kanan, dan logo produk jamu 'orang tua' di sudut bawah kanan.


Hendro mengatakan sejak selebaran tersebar, polisi sudah mengecek alamat yang tertera. Berdasarkan penyelidikan di TKP, pihaknya memastikan tidak ada tanda-tanda akan diadakannya acara.

"Jadi kita sampaikan itu hoax. Pemilik roti mengatakan tidak tahu ada pemberitaan itu. Justru tahunya dari polisi yang datang," ujar Hendro.

Menurut Hendro, kasus tersebut tentu akan merugikan banyak pihak. Termasuk pemilik rumah yang alamatnya tertera dalam selebaran.

"Kita usut siapa pembuatnya dan motifnya apa," ucap Hendro.
(dir/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed