Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Tak Melaut dan Perbaiki Perahu

Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Tak Melaut dan Perbaiki Perahu

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 06 Jul 2018 17:01 WIB
Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Tak Melaut dan Perbaiki Perahu
Nelayan Cirebon memilih tidak melaut karena cuaca buruk. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir membuat nelayan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat enggan melaut. Para nelayan lebih memilih memperbaiki perahu miliknya.


Salah seorang nelayan Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon Suwanto (45) salah satunya. Ia tengah sibuk memperbaiki perahunya di Sungai Bondet.

"Sudah satu pekan lebih cuacanya buruk, anginnya kencang. Terus, gelombangnya cukup tinggi. Sementara memperbaiki perahu dulu, sambil nunggu cuaca bagus lagi," kata Suwanto saat ditemui detikcom, Jumat (6/7/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang yang cukup tinggi di perairan Cirebon, kata Suwanto, membuat tangkapan ikan tak menentu. Hal itu tak sebanding dengan bahaya besar yang menantinya jika memaksa melaut.

"Kemungkinan hasil melautnya sedikit kalau maksa melaut juga. Untuk menutup penghasilan, ya kerja serabutan sama benerin perahu saja," ucapnya.

Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Tak Melaut dan Perbaiki PerahuFoto: Sudirman Wamad

Di tempat yang sama nelayan lain, Maryadi (40), mengaku enggan mengambil resiko besar untuk melaut. Maryadi memilih kerja serabutan dibandingkan melaut saat cuaca buruk melanda perairan Cirebon.

"Ya begini saja, kalau tidak ada kerjaan ya di rumah saja. Ya berharap sih cuaca segera membaik," katanya.

Terpisah, Prakirawan cuaca BMKG Jatiwangi Majalengka Ahmad Faa Izyn menjelaskan wilayah tiga Cirebon dilanda angin kencang dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang tersebut berasal dari arah tenggara dan selatan.

"Anginnya dari tenggara dan selatan atau belakang Gunung Ciremai terus menurun menuju wilayah Cirebon. Ini dorongan anginnya cukup kencang dan akan terus terjadi dalam beberapa hari kedepan," kata Faa Izyn dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (6/7/2018). (tro/tro)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads