Minibus Berpenumpang 8 Orang Terjun ke Jurang di Ciamis

Minibus Berpenumpang 8 Orang Terjun ke Jurang di Ciamis

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 03 Jul 2018 11:08 WIB
Minibus Berpenumpang 8 Orang Terjun ke Jurang di Ciamis
Mobil tengah dievakuasi/Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Nasional Ciamis-Banjar. Mobil Grand Livina rombongan keluarga berpenumpang 8 orang terjun jurang sedalam 5 meter, di Tanjakan Cibeka Desa Karangkamulyan Ciamis, Jawa Barat Selasa pagi (3/7/2018). Beruntung semua penumpang selamat dan hanya menderita luka ringan.

Kecelakaan tunggal ini terjadi karena pengemudi Lisa Sri Sugianti mengaku menghindari tabrakan dengan bus yang datang dari arah berlawanan. Namun karena di sebelah kiri merupakan jurang akhirnya mobil terjun sampai terbalik, tepat di halaman rumah warga.

Pengemudi Grand Livina Lisa menuturkan ia bersama anggota keluarganya bermaksud berangkat dari Jakarta menuju Banjarsari Ciamis mengunjungi kerabat. Lisa mengaku saat mengemudi tidak merasa ngantuk, karena sebelumnya sudah beristirahat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat di lokasi kan itu turunan dari arah berlawanan muncul Bus menanjak hampir menghabiskan jalan sebelah kanan, takut tabrakan jadi saya menghindar ke kiri lalu jatuh ke jurang. Tapi anehnya air bagnya tidak berfungsi," jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Tidak lama kemudian setelah kejadian, warga sekitar yang mengetahi peristiwa itu langsung berdatangan untuk menolong. Karena posisi mobil terbalik, evakuasi korban cukup sulit. Namun berkat gotong-royong semua penumpang berhasil diselamatkan.

"Bersyukur puji tuhan semua selamat, paling hanya luka lecet sama keseleo," ungkapnya.

Kepala Desa Karangkamulyan M Abdul Haris mengatakan kecelakaan mobil masuk jurang di Tanjakan Cibeka Jalan Nasional Ciamis-Banjar ini sudah sering terjadi.

Terutama pada malam hari jalan sangat rawan, kondisi gelap karena lampu penerang jalan tidak berfungsi.

"Sering terjadi mobil masuk jurang, kondisinya kalau malam itu gelap, tikungan kemudian turunan tanjakan jadi cukup rawan," ungkapnya.

Ditambah lagi tidak ada penahan di pinggir jurang jadi kendaraan langsung saja jatuh.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa melengkapi jalan ini dengan penahan di titik-titik rawan, supaya bila ada kendaraan yang nyelonong bisa tertahan dan jatuh ke jurang," pungkasnya. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads