DetikNews
Senin 02 Juli 2018, 17:31 WIB

Diduga Loncat dari Lantai 2, Pasien RSUD Tasikmalaya Tewas

Deden Rahadian - detikNews
Diduga Loncat dari Lantai 2, Pasien RSUD Tasikmalaya Tewas Jendela RS tempat DB diduga meloncat/Foto: Deden Rahadian
Tasikmalaya - RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya dihebohkan dengan aksi salah satu pasiennya DB (53), warga Kecamatan Sukaratur Kabupaten Tasikmalaya yang diduga loncat dari lantai dua ruang perawatan Madina RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (1/7/2018) malam tadi sekitar pukul 20.00.

Pasien yang menderita penyakit asma serta paru paru kronis itu nyawanya tak tertolong pada Senin (2/7/2018) dini hari sekitar pukul 04.50 WIB. Korban mengalami luka cukup parah di kepala.

Peristiwa ini terjadi saat jam besuk berlangsung. Di ruangan saat itu terdapat tiga anggota keluarganya. DB pamit hendak ke toilet. Namun ternyata ia mendekat ke arah jendela yang tak jauh dari kasurnya. Belum dipastikan apakah ia sengaja menjatuhkan diri atau terjatuh.

Direktur RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, dr Heru menuturkan pasien berinisial DB itu masuk pada Sabtu (30/6/2018) dan sempat mendapatkan perawatan di IGD kemudian dirawat di ruangan Madina. Kondisi korban dalam keadaan stabil dengan organ vital tubuhnya berfungsi baik. Namun pada pukul 19.30, lanjut Heru, perawat yang berjaga mendengarkan suara jatuh di ruang Safa yang berada tepat di bawah ruang Madina.

"Perawat mendengar ada tangisan dan benda jatuh, ternyata DB sudah di bawah dalam keadaan luka," kata Heru.

Pihak rumah sakit merekomendasikan agar pasien dirujuk guna mendapatkan penanganan maksimal, namun pihak keluarga menolak.

"Namun dari pihak keluarga menolak dan akhirnya kita lakukan distaminasi di IGD. Melakukan penanganan semaksimal mungkin untuk menangani Tuan DB," kata Heru.

Pada pukul 04.50 pagi, lanjut Heru, pasien dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya dilakukan Bantuan Dasar Hidup terlebih dahulu didampingi tenaga medis dan keluarga pasien.

"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya pasien. Kejadian ini tentu tidak kita harapkan," kata Heru.

Meski kuat dugaan pasien nekat mengakhiri hidup dengan sengaja, namun tidak ditemukan tanda-tanda pasien mengalami depresi dalam rekam medis. Pasien memang mengalami sakit asma dan paru menahun.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed