Pasien yang menderita penyakit asma serta paru paru kronis itu nyawanya tak tertolong pada Senin (2/7/2018) dini hari sekitar pukul 04.50 WIB. Korban mengalami luka cukup parah di kepala.
Peristiwa ini terjadi saat jam besuk berlangsung. Di ruangan saat itu terdapat tiga anggota keluarganya. DB pamit hendak ke toilet. Namun ternyata ia mendekat ke arah jendela yang tak jauh dari kasurnya. Belum dipastikan apakah ia sengaja menjatuhkan diri atau terjatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perawat mendengar ada tangisan dan benda jatuh, ternyata DB sudah di bawah dalam keadaan luka," kata Heru.
Pihak rumah sakit merekomendasikan agar pasien dirujuk guna mendapatkan penanganan maksimal, namun pihak keluarga menolak.
"Namun dari pihak keluarga menolak dan akhirnya kita lakukan distaminasi di IGD. Melakukan penanganan semaksimal mungkin untuk menangani Tuan DB," kata Heru.
Pada pukul 04.50 pagi, lanjut Heru, pasien dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya dilakukan Bantuan Dasar Hidup terlebih dahulu didampingi tenaga medis dan keluarga pasien.
"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya pasien. Kejadian ini tentu tidak kita harapkan," kata Heru.
Meski kuat dugaan pasien nekat mengakhiri hidup dengan sengaja, namun tidak ditemukan tanda-tanda pasien mengalami depresi dalam rekam medis. Pasien memang mengalami sakit asma dan paru menahun. (ern/ern)











































