Burung bangau tongtong tersebut menetas pada 27 Mei 2018 lalu. Anak bangau tongtong itu menetas dari telur hasil perkawinan bangau tongtong jantan dan betina di Bunbin Bandung.
"Usianya saat ini baru menginjak 33 hari. Menetasnya burung bangau tongtong menambah populasi menjadi 13 ekor di sini," ucap Kepala Kesehatan dan Penelitian Bunbin Bandung Drh. Dedi Trisasongko di Bunbin Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (28/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sengaja pasangkan selama satu tahun lalu kita kasih material sarang jaring daun. Setelah masa kawin bulan Februari-Mei, dia menyusun sarang sendiri kemudian kita pantau dia menetas," katanya.
![]() |
Dedi mengatakan satwa tersebut mudah mati. Maka dari itu, guna menjaga dari kematian, pihaknya menambah nutrisi bayi bangau tersebut.
"Penggabungan nutrisi ditingkatkan. Lalu kebetulan dia induknya mau merawat, jadi kita pantau saja dari luar. Pemberian kebutuhan induknya seperti makan juga kita tetap berikan," kata dia.
Kehadiran bayi bangau bernama latin leptoptilos javanicus tersebut akan dijaga terus. Sehingga, Bunbin Bandung dapat membantu menjaga satwa langka tersebut dari kepunahan.
"Kita dapat ikut melestarikan keanekaragaman hayati. Intinya ikut pelestarian satwa yang dilindungi," ungkapnya.
(dir/ern)