Sudrajat-Syaikhu Pantang Menyerah, Ridwan Kamil: Saya Hormati

Mukhlis Dinillah - detikNews
Kamis, 28 Jun 2018 18:07 WIB
Foto: Ari Saputra
Bandung - Pasangan Sudrajat - Ahmad Syaikhu belum menyerah terhadap hasil pemungutan suara Pilgub Jabar 2018. Sudrajat-Syaikhu menyakini penghitungan cepat (quick count) bukan merupakan hasil akhir.

Menaggapi hal itu, Cagub Jabar nomor urut Ridwan Kamil memahami sikap pasangan nomor urut tiga tersebut. Meski unggul berdasarkan quick count berbagai lembaga survei, penentuan hasil akhir tetap menunggu rekapitulasi dari KPU Jabar.

"Saya paham, bahwa resminya kan nanti (penghitungan KPU). Jadi kepada Asyik yang belum (menyerah) saya hormati juga," kata Ridwan saat ditemui usai mengunjungi kediaman Solihin GP di Jalan Cisitu, Kota Bandung, Kamis (28/6/2018).

Berdasarkan hasil quick count final SMRC, Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum memperoleh 32,26 persen suara. Menyusul Sudrajat - Ahmad Syaikhu 29,58 persen, di posisi ketiga di tempati Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi 25,38 persen dan Tb Hasanuddin - Anton Charliyan 12,77 persen suara.

Sementara quick count versi Indo Barimeter menunjukan Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum 32,48 persen suara, posisi kedua Sudrajat - Ahmad Syaikhu 28,54 persen, lalu Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi 26,03 persen dan posisi buncit dihuni Tb Hasanuddin - Anton Charliyan 12,94 persen suara.

Berbeda sikap dengan pasangan yang punya jargon Asyik, Tb Hasanuddin - Anton Charliyan dan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi sudah sudah mengakui keunggulannya. Bahkan mereka sudah mengucapkan selamat atas keunggulannya.

"Alhamdulillah Pak TB Hasanuddin sudah legowo, Pak Demiz dan Pak Demul sudah legowo, Pak Anton via telepon juga sama alhamdulillah. Nanti sama-sama membangun Jabar," kata Emil sapaan Ridwan Kamil.

Ia mengaku akan mengawal proses penghitungan suara yang tengah dilakukan oleh KPU Jabar. Hal ini untuk mengantisipasi adanya tindakan kecurangan yang merugikannya.

"Saya menitipkan kepada tim gabungan untuk menjaga suara yang akan dihitung manual, jangan sampai ada rekayasa yang terjadi. Karena hasil quick count ini sama ke semua konsultan, 3-5 persen. Akan jadi (gugatan) ke MK kalau perbedaannya 0,5 persen," ujar Emil

(mud/ern)