DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 17:33 WIB

Beda SBY dan Dedi Mulyadi Soal Netralitas TNI Polri di Pilgub Jabar

Tri Ispranoto - detikNews
Beda SBY dan Dedi Mulyadi Soal Netralitas TNI Polri di Pilgub Jabar Pasangan Cagub dan Cawagub Jabar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Bandung - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi yang melakukan pengawalan masa kampanye secara profesional.

Selama ini, kata Dedi, kampanye Pilgub Jabar berjalan dengan baik dan kondusif hingga memasuki masa tenang.

"Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Jabar, Kodam III Siliwangi dan Pemprov Jabar yang telah bertindak profesional sehingga proses Pilkada bisa berjalan seperti yang telah direncanakan dan diharapkan," ujar Dedi kepada wartawan di kediamannya Kampung Sawah Kulon, Kabupaten Purwakarta, Minggu (24/6/2018).

Dedi mengatakan selama proses Pilkada dirinya telah mendapatkan perlakuan yang profesional, baik dalam kegiatan kampanye atau dalam kegiatan lain.

"Semoga perjalanan pemilihan gubernur dan wakil gubernur ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat. Saya merasakan sendiri sikap profesional seluruh kegiatan yang telah dilalui dan di dalamnya menempel anggota kepolisian," katanya.

Pernyataan Dedi itu cukup bertolak belakang dengan yang diungkapkan oleh Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pengusung Cagub Deddy Mizwar (Demiz). Menurut SBY rumdin yang sebelumnya ditempati Demiz telah digeledah oleh Pj Gubernur Jabar M Iriawan.

Ia meminta agar aparat keamanan dan pemerintahan bisa berlaku adil dalam Pilgub Jabar 2018 ini.

"Oleh karena itu, Saudara-saudaraku, demi jujur dan adilnya pilkada serentak, saya mohon dengan segala kerendahan hati, netrallah negara, netrallah pemerintah, netrallah BIN, TNI, dan Polri. Saya juga berharap semua kita berani menolak semua tindak kecurangan, termasuk ketidaknetralan, biarlah rakyat menggunakan haknya, kedaulatannya dan memilih siapa pun yang disukai, yang diyakini bisa memimpin," ujar SBY di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018) kemarin.

(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed