DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 13:50 WIB

Ayah Tewas Tertancap Golok, Sang Putri Tetap Menikah

Rachmadi Rasyad - detikNews
Ayah Tewas Tertancap Golok, Sang Putri Tetap Menikah Suasana haru pernikahan anak korban pembunuhan. (Foto: Rachmadi Rasyad/detikcom)
Bandung Barat - Momen bahagia pernikahan Epa Fauziah (19) dan Muhammad Min Hajul Arifin (20) pada Minggu(24/6/2018) diselimuti haru karena ayah mempelai wanita, Dadan (54), kemarin ditemukan tewas bersimbah darah tak jauh dari rumahnya.

Dadan pada Sabtu 23 Juni kemarin ditemukan tak bernyawa di kandang kambing yang tak jauh dari rumahnya Kampung Coblongan, RT 2 RW 18, Desa Tamanjaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. Ia tewas dalam kondisi sebilah golok tertancap di dada.

Pantauan detikcom tenda hijau berdiri di halaman depan rumah korban. Kursi dan meja-mejanya sudah berjejer rapih. Sejumlah kerabat tampak berlalu-lalang bersalaman dengan kedua mempelai yang duduk bersanding di pelaminan dengan gaun serba biru.

Asep Wahidin (54) sebagai perwakilan keluarga sekaligus saudara dekat mempelai pria mengatakan bahwa pernikahan tetap digelar tapi tidak berlangsung meriah sebagaimana telah direncanakan.

"Kita sudah musyawarah dua keluarga untuk acara hari ini. Kemarin saya katakan, acaranya dibuat sesederhana mungkin karena ini hari berkabung. Sehingga kemarin segala yang direncanakan untuk memeriahkan acara semuanya dibatalkan," tuturnya.

Sehingga, kata Asep, gelaran acara yang dilangsungkan hanya berupa ijab kabul diakhiri dengan makan siang bersama. Sementara pesta meriah hingga menyewa hiburan yang sebelumnya direncanakan tidak jadi digelar.

"Alhamdulillah tadi pagi ke sini. Kita melangsungkan ijab kabul saja. Setelah ijab kabul selesai, acara selesai," katanya.

Menurut Asep kondisi keluarga saat ini masih sangat terpukul karena kehilangan sosok Dadan. Sebab Dadan ditemukan tewas satu hari tepat sebelum anaknya menggelar pernikahan.

"Keluarga di sini masih syok. Mestinya ini hari bahagia, hari bergembira. Jadinya, hari bahagia yang disirami air mata," ujarnya dengan nada haru.

Soal kasus, Aseo mewakili keluarga sudah menyerahkannya ke pihak kepolisian. Ia berharap pelaku bisa diberi hukuman setimpal dengan perbuatannya.

"Permintaan dari kami pihak keluarga, kalau sudah tertangkap pelakunya bisa dihukum dengan hukuman yang berlaku di negara Indonesia," ujar Asep.



Tonton juga video: 'Tak Terima Vonis Hakim, Keluarga Korban Pembunuhan Ngamuk'

[Gambas:Video 20detik]


(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed