DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 16:29 WIB

Detik-detik Beler Bantai Geng Motor Karawang Pakai Gergaji

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Detik-detik Beler Bantai Geng Motor Karawang Pakai Gergaji Y alias Belel memperagakan saat membantai geng motor pakai gergaji. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detikcom)
Bandung - Satreskrim Polres Karawang menggelar pra rekonstruksi 22 adegan kasus pembunuhan dan penganiayaan sekelompok geng motor di Gor Panatayudha Karawang oleh Y alias Belel (17).

"Total ada 22 adegan mulai dari taman dan Gor Panatayudha," kata Kasatreskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng usai memimpin pra rekonstruksi di Gor Panatayudha, Jumat (22/6/2018) siang.


Dalam pra rekonstruksi ini 12 orang saksi korban, seorang saksi pelaku dan Belel dilibatkan. Selama kurang lebih dua jam Belel memperagakan adegan sadis saat mengamuk dan menebas ketiga korbannya.

Reka adegan pertama dilakukan di Taman Panatayudha tempat 14 pemuda asal Rawamerta pesta miras saat malam takbiran Jumat 15 Juni dini hari. Saat belasan pemuda itu mabuk Belel datang dan membuat onar. Ia datang menggunakan motor matic berboncengan tiga dengan Diki dan Sumardi.

"Pelaku merasa tempat nongkrongnya diusik. Ia (Belel) pun sempat memprovokasi kelompok pemuda yang sedang nongkrong di taman itu," ujar Maradona.

Provokasi yang dilakukan Belel adalah melakukan aksi sok jago dengan menggesek gergaji es atau gosir ke aspal jalan. Di hadapan pemuda nongkrong itu, kata Maradona, Belel juga berkata kasar dengan nada menantang.

Belel yang mabuk kemudian merusak salah satu motor di taman tersebut. Menggunakan gergaji gosir, Belel menghantam plat nomor motor hingga lepas. "Para pemuda lalu terpancing dan mengejar pelaku setelah melihat motor kawan mereka dirusak," katanya.


Akhirnya terjadi kejar-kejaran hingga para pemuda itu berhasil menghadang motor yang ditumpangi Belel di dekat Gor Panatayudha. Saat itu Belel dan Diki malah ditinggal Sumardi yang tancap gas ke arah Jalan Ahmad Yani.

Belel dan Diki yang tertinggal kemudian bersitegang dengan kelompok pemuda Rawamerta itu. Saat situasi memanas Belel mengacungkan gergaji untuk melawan kelompok pemuda yang mengacung-acungkan bambu. Meski akhirnya Belel dan Diki kabur ke halaman Gor Panatayudha.

Tiga korban lalu mengejar pelaku ke halaman Gor. Di sana mereka memukuli Diki hingga terkapar. "Saat itulah pelaku mengamuk dan menganiaya korban satu per satu menggunakan gergaji," kata Maradona.

Akibatnya satu pemuda tewas sementara dua lainnya mengalami luka berat akibat sabetan gergaji maut tersebut.


Tonton juga video 'Ngeri! Geng Motor Konvoi Ugal-ugalan sambil Acungkan Golok':

[Gambas:Video 20detik]


(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed