DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 13:40 WIB

Peziarah Serbu Tradisi Grebeg Syawal Keraton Kanoman Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Peziarah Serbu Tradisi Grebeg Syawal Keraton Kanoman Cirebon Suasana tradisi Grebeg Syawal Keraton Kanoman Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Sejak pagi warga Cirebon dan sekitarnya berbondong-bondong mengunjungi kompleks pemakaman Sunan Gunungjati di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Tradisi Grebeg Syawal Keraton Kanoman Cirebon menjadi alasan warga untuk hadir ke makam Sunan Gunungjati.

Dalam tradisi tersebut, keluarga Keraton Kanoman Cirebon ziarah ke makam Sunan Gunungjati. Usai berziarah, keluarga Keraton Kanoman Cirebon langsung menemui warga peziarah untuk melaksanakan tradisi surak atau saweran.


Juru Bicara Kesultanan Kanomanan Cirebon Raja Ratu Arimbi mengatakan Grebeg Syawal tradisi yang sudah ada sejak berabad-abad silam. Menurutnya, tradisi tersebut salah satu bentuk pengakuan terhadap silsilah para leluhur.

"Esensi ritual ini adalah ziarah kubur atau nyekar ke makam leluhur. Ini merupakan tradisi tahunan, sebagai rasa syukur atas karunia Allah," kata Arimbi kepada detikcom di kompleks Makam Sunan Gunungjati, Jumat (22/6/2018).

Foto: Sudirman Wamad
Selain mendoakan para leluhurnya, Grebeg Syawal menjadi media yang mempererat silahturahmi antara keluarga Keraton Kanoman Cirebon dengan masyarakat. "Ini merupakan bentuk kebudayaan dari identitas masyarakat Cirebon, Indonesia pada umumnya," katanya.


Di tempat yang sama, Azizi (30) salah seorang peziarah, mengaku rutin mengikuti tradisi Grebeg Syawal. Ia datang lebih awal mendahului rombongan keluarga Keraton Kanoman Cirebon, demi mengikuti tradisi dan mendapatkan berkah.

"Iya intinya menjemput berkah. Ini kan tradisi, harus dijaga juga. Pagi-pagi sudah di sini. Setiap tahun ada, yang datang juga dari mana-mana," kata Azizi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed