Mengenakan kaos hitam lengan pendek dibalut rompi hitam, Emil datang ke rumah duka di Jalan Dr Slamet, Kota Bandung pada Jumat (22/6/2018) 08.30 WIB. Emil langsung masuk ke dalam rumah dan mendoakan almarhum.
Tak hanya itu, Emil juga sempat salat jenazah bersama pelayat lain. Emil tampak memimpin barisan salat jenazah di kediaman almarhum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemui usai melayat, Emil menyatakan kehilangan sosok Ginan. Bagi Emil, Ginan merupakan sosok motivator yang semangatnya berguna bagi masyarakat banyak.
"Warga Bandung yang menjadi inspirasi buat saya. Salah satu anak muda yang selalu memberi ilmu, apa ilmunya, tentang mencintai manusia, semangat Rumah Cemara sesama manusia luar biasa," ujar Emil.
Emil mengaku sudah lama mengenal Ginan bahkan sebelum dirinya menjadi Wali Kota. Banyak kenangan antara dirinya dengan aktivis HIV/AIDS tersebut.
"Saat saya di BCCF (Bandung Creative City Forum) juga banyak berinteraksi. Lalu saat menjadi Wali Kota mempersiapkan Homeless World Cup luar biasa, saya dari logistik dan lain-lain, Ginan dari teknisnya. Itu kenangan paling indah dari sisi kebersamaan," tutur Wali Kota Bandung non aktif tersebut.
Selain itu, semangat Ginan juga berpengaruh kepada dirinya. Selain penyemangat, Ginan juga merupakan sosok yang selalu gembira.
"Semangat Ginan dan selalu memberikan kegembiraan yang tidak bisa dimiliki orang lain. Intinya di mana Ginan berada, semua orang jadi gembira. Ilmu buat saya juga, kegembiraan dan kebaikan itulah sosok Ginan yang saya ingat," katanya.
Tak hanya itu, Emil mengenal Ginan merupakan sosok yang pantang menyerah. "Sosok yang tidak mau menyerah, solidaritas kemanusiannya luar biasa, pantang menyerah. Tiga nilai sederhana itulah justru saya belajar dari Ginan. Dia pejuang kemanusiaan," kata Emil menambahkan.
Ginan mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Advent, Bandung pada Kamis (21/6) sekitar pukul 22.00 WIB. Usai disemayamkan, Ginan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cibarunai. (ern/ern)