detikNews
Jumat 22 Juni 2018, 11:01 WIB

Kisah Polisi Sukabumi Bantu Mobil Ngesot di Tanjakan Cikidang

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kisah Polisi Sukabumi Bantu Mobil Ngesot di Tanjakan Cikidang Rutinitas petugas saat membantu pengendara di Cikidang, Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Aksi polisi bantu pemilik kendaraan di tanjakan curam ternyata tidak hanya terjadi di Jembatan Kali Kenteng, Kabupaten Semarang dan Patrol, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Di Kabupaten Sukabumi aksi serupa juga dilakukan personel Pos Pam di Tanjakan Leter S Cikidang yang merupakan jalur alternatif penghubung lokasi wisata Palabuhanratu-Cibadak. Aksi itu bahkan viral setelah diposting warganet.

Ipda Dikdik Sucipto, anggota Polres Sukabumi yang ditempatkan sebagai Komandan Pos Pam tanjakan leter S Cikidang mengatakan hingga H+6 setelah lebaran masih banyak kendaraan wisatawan dan pemudik yang terjebak akibat tanjakan curam dengan kemiringan hampir 45 derajat ini.

"Kalau jumlah pasti kami enggak menghitung. Pernah dalam satu hari kami bantu dorong dan ganjal kendaraan ngesot di tanjakan ini lebih dari 100 kendaraan. Itu kalau enggak salah H+3 setelah lebaran," kata Dikdik kepada detikcom di lokasi, Jumat (22/6/2018).

Menurut Dikdik tanjakan tersebut memang cukup berbahaya bagi yang baru pertama kali melintas. Selain menanjak, tikungan tajam sudah menunggu di ujung lintasan.

"Banyak pengendara mungkin belum paham, pakai gigi dua dari bawah jalan. Ketika di tengah dia baru oper ke gigi satu akhirnya ngeden. Itu biasanya sudah terlihat ketika dari bawah. Kadang kami kasih kode dari atas supaya pakai gigi rendah. Kita standby di pertengahan tanjakan, kalau sudah terlihat ngesot kami bantu ganjal dan dorong," tuturnya.

Dikdik dan anggotanya akan meminta pengemudi untuk mematikan AC dan secepatnya berpindah ke gigi rendah. "Menyalakan AC juga jadi penyebab kendaraan enggak naik pas di tanjakan, mengurangi tendangan mesin. Kita minta mereka matikan AC baru kendaraan bisa naik," ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui kegiatan rutin itu viral di media sosial. Sebab selama ini ia hanya menjalankan tugas dibantu oleh anggota Pramuka, Satpol PP, Ormas KBPP, FKPM dan organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).

"Ada yang bertugas atur lalu lintas, ada yang kasih kode, ada yang siap ganjalan, ada yang bantu dorong. Intinya kami bergantian tugas. Ditempatkan di sini merupakan tantangan. Kita bantu pengendara agar bisa melalui lintasan dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Di sisi lain kewajiban sebagai anggota Pos Pam di jalur itu membuat Dikdik dan rekan-rekannya harus menyita waktu berkumpul dengan keluarganya saat lebaran. Hal itu dilakoninya setiap tahun demi melayani masyarakat saat libur lebaran.

"Agenda H-7 dan H+7 kami berjaga, tapi karena waktu berakhirnya hari Sabtu maka kami menjalankan tugas sedikit dilebihkan sampai Minggu (24/6). Karena biasanya hari libur kendaraan padat, bisa berjaga dari pagi sampai jam 1.00 WIB Senin (25/6). Alhamdulillah keluarga sudah paham dengan tugas kami melayani masyarakat," ucap perwira pertama Polri itu.
(sya/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com