Waspada, Penyakit Ini Sering Muncul Setelah Lebaran

Waspada, Penyakit Ini Sering Muncul Setelah Lebaran

Tri Ispranoto - detikNews
Jumat, 15 Jun 2018 19:01 WIB
Makanan khas lebaran/Foto: Instagram
Bandung - Makanan berlimpah dan enak saat perayaan Idul Fitri kadang membuat kalap. Namun di balik nikmatnya hidangan lebaran patut diwaspadai akan berbagai penyakit ringan hingga berat yang bisa mucul atau kambuh setelahnya.

"Biasanya ada pola penyakit khas setelah lebaran ini. Karena menu yang dimakan kebanyakan daging, jeroan, santan dan gula," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip saat berbincang dengan detikcom belum lama ini.

Rosye mengatakan kebiasaan warga saat lebaran adalah sangat jarang menyajikan makanan berupa sayur-sayuran dan buah-buahan. Tentu saja hal itu akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh setelah berpuasa selama satu bulan sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang paling sering terjadi adalah gangguan pencernaan. Sebab selama berpuasa pola makan akan sangat teratur dan tidak berlebihan. Sementara saat lebaran pola makan akan banyak berubah.

"Jadi bisa saja perut itu akan kaget karena segala makanan dimasukkan. Belum lagi makanan tidak habis biasanya diangetin berhari-hari. Akibatnya bisa diare," katanya.

Selain diare, penyakit yang perlu diwaspadai adalah hipertensi karena terlalu banyak mengkonsumsi santan dan lemak. Atau penyakit diabetes akibat banyak mengkonsumsi minuman yang manis.

"Biasanya kan tensi langsung tinggi, pusing. Atau bisa saja karena pengaruh cuaca pilek dan batuk sering terjadi setelah lebaran," ujarnya.

Ia berharap dalam momen lebaran ini masyarakat tetap menjaga asupan agar tidak mengganggu kesehatan selama menikmati masa libur lebaran yang cukup panjang. Salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran dan buah, juga banyak meminum air putih.

Tidak kalah pentingnya, kata Rosye, saat lebaran ini masyarakat diharapkan tetap menjaga fisik dengan berolahraga. Minimal dengan melakukan berbagai gerakan ringan seperti pushup, shitup atau jalan santai.

"Perlu diingat juga istirahat cukup selama enam hingga delapan jam sehari. Dan kalau memang terasa sakit jangan dinanti-nanti, lebih baik segera ke pelayanan kesehatan," ujar Rosye. (err/err)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads